5.000 Peserta Magang Nasional Ditawari Jadi Karyawan

Ilustrasi/Foto: Shutterstock

Jakarta, bisnissumsel.com –

Sebanyak 5.000 peserta Magang Nasional mendapatkan pekerjaan usai magang. Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Kurnia Ramadhana mengatakan bahwa hal tersebut tercermin dari hasil evaluasi Program Magang Nasional Angkatan I yang menjaring 102,6 ribu peserta di seluruh Indonesia.

Proses pendaftaran Program Magang Nasional Angkatan I terbagi ke dalam empat gelombang (batch), yakni Batch I sebanyak 14.952 peserta, Batch IB sebanyak 1.160 peserta, Batch II sebanyak 62.128 peserta, dan Batch III sebanyak 24.456 peserta.

Menurut hasil evaluasi yang diisi oleh 16.112 peserta Batch I dan IB melalui aplikasi MagangHub, sebanyak 5.063 peserta, atau sekitar 34% dari total responden, telah menerima tawaran pekerjaan setelah masa magang berakhir.

“Sekitar 5.063 orang ditawari langsung untuk bekerja, baik sebagai karyawan tetap maupun karyawan kontrak, oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang,” jelas Kurnia dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Untuk evaluasi pada Batch II dan III masih berlangsung mengingat masing-masing gelombang baru berakhir pada 23 Mei 2026 dan 16 Juni 2026.

Selain itu, Kurnia juga memaparkan hasil evaluasi lainnya yang menggunakan sampel sebanyak 65.245 peserta Program Magang Nasional Angkatan I yang mengisi formulir evaluasi melalui aplikasi MagangHub.

Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 84,26% responden menyatakan puas atau sangat puas terhadap program tersebut. Sementara itu, sebanyak 67,13% peserta menyatakan bahwa program ini membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi mereka dan keluarganya berkat uang saku yang diberikan pemerintah.

Tak hanya meningkatkan kesejahteraan, Program Magang Nasional juga terbukti meningkatkan kompetensi para peserta. Berdasarkan hasil evaluasi yang diisi oleh 22.297 mentor program, sebanyak 66,55% peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program.

“Peningkatan juga tercatat pada kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan,” jelas Kurnia.

(hal/ara/detik)