Jakarta, bisnissumsel.com –
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam NATO karena tidak mau kirim pasukan untuk membuka Selat Hormuz di Iran. Trump mengatakan AS tidak membutuhkan bantuan setelah sekutunya tersebut menolak seruannya untuk bergabung dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz.
Dilansir AFP, Rabu (18/3/2026), Trump mengatakan sebagian besar sekutu AS telah menolak upayanya untuk mengawal kapal melalui jalur laut penting tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya “tidak akan pernah” melakukannya sampai situasinya lebih tenang.
“Saya pikir NATO melakukan kesalahan yang sangat bodoh,” kata Trump kepada wartawan saat ia menjamu Perdana Menteri (PM) Irlandia Micheal Martin di Ruang Oval, Gedung Putih.
“Saya sudah lama mengatakan bahwa saya bertanya-tanya apakah NATO akan pernah ada untuk kita. Jadi ini adalah ujian besar.”
Namun, Trump bersikeras bahwa Washington siap untuk bertindak sendiri melawan Iran, mengatakan bahwa bahkan sekutu NATO telah setuju bahwa republik Islam tersebut perlu dihadapi terkait program nuklirnya.
“Kita tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan. Kita tidak membutuhkan bantuan apa pun,” kata Trump.
Beberapa menit sebelum pertemuan, Trump membuat unggahan panjang di platform Truth Social miliknya yang menyatakan bahwa pasukan AS “tidak lagi membutuhkan” bantuan militer dalam perang Iran.
Trump mengatakan bahwa “sebagian besar” sekutu NATO telah menyatakan tidak ingin terlibat, bersama dengan Jepang, Australia, dan Korea Selatan, menggambarkan aliansi militer yang telah berusia puluhan tahun itu sebagai “jalan satu arah.”
“Karena kita telah meraih kesuksesan militer yang begitu besar, kita tidak lagi ‘membutuhkan,’ atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO — KITA TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA!”
Politikus Republikan berusia 79 tahun ini telah lama mengkritik NATO, dan sejak kembali berkuasa pada Januari 2025, ia telah mendorong anggotanya untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka.
Ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan kembali hubungan AS dengan NATO seperti yang telah ia sarankan di masa lalu, Trump mengatakan itu “tentu saja sesuatu yang harus kita pikirkan” tetapi menambahkan: “Saat ini saya belum memikirkan apa pun.”
Namun, Trump mengulangi kritiknya terhadap rekan-rekan asingnya terkait masalah ini, dengan mengatakan PM Inggris Keir Starmer “tidak mendukung, dan saya pikir itu adalah kesalahan besar.”
Mengenai Macron, ia hanya mengatakan bahwa “ia akan segera meninggalkan jabatannya.”
Pemimpin AS itu pada Senin (16/3), menyatakan bahwa Paris dan London siap membantu, dan mengatakan negara-negara lain yang tidak ia sebutkan namanya sudah ikut serta.
Namun, Macron pada Selasa (17/3), menegaskan bahwa Prancis tidak akan berpartisipasi dalam operasi untuk membuka selat dalam konteks saat ini, tetapi setelah situasinya menjadi “lebih tenang,” Prancis dapat berpartisipasi dalam “sistem pengawalan” bersama negara-negara lain. Inggris juga menolak permintaan bantuan dari Washington.
Iran telah menargetkan fasilitas energi negara-negara tetangganya yang memproduksi minyak mentah dan menyerang serta mengancam kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, yang hampir menutup jalur air vital yang dilalui seperlima dari minyak mentah global.
(rfs/imk/detik)














