Palembang, bisnissumsel.com –
Kilang Plaju terus membuktikan diri sebagai katalisator inovasi energi bersih di Indonesia. Kilang migas & petrokimia yang beroperasi di Kota Palembang, Sumatera Selatan ini memproduksi produk refrigeran unggulan dengan brand Breezon MC-32.
Sebagai natural refrigerant berbasis propylene (R1270), Breezon MC-32 menjadi buah karya riset panjang pekerja Kilang Plaju yang dikembangkan sejak 2018.
Inovasi di kilang yang berusia satu abad lebih ini menggunakan teknologi pemurnian propylene berbasis katalis yang menghasilkan tingkat kemurnian minimal 99,7%wt. Efektivitas formula ini memberikan dampak ekonomi dan operasional yang signifikan bagi penggunanya, dengan keunggulan teknologi & efisiensi yang tinggi.
Hasil uji menunjukkan, penggunaan Breezon mampu menekan konsumsi listrik sebesar 20-30%, serta hanya membutuhkan sekitar 45-60% massa pengisian dibandingkan refrigeran sintesis.
*Ramah Lingkungan, Perkuat Rantai Pasok Industri Dalam Negeri*
Produk ini hadir sebagai jawaban atas tantangan lingkungan dari penggunaan refrigeran sintetis konvensional (R22, R410A, dan R32) yang memiliki potensi pemanasan global tinggi, karena memiliki Ozone Depleting Potential (ODP) nol dan Global Warming Potential (GWP) hingga 1.000 kali lebih rendah dari produk konvensional.
Produk ini juga memperkuat rantai pasok nasional melalui strategi hilirisasi produk dalam negeri yang kompetitif, dengan adanya sinergi strategis lintas Subholding Pertamina Group. Saat ini, Breezon MC-32 resmi digunakan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk mendukung operasional fasilitas di Lapangan Gas Cepu, Jawa Tengah.
General Manager Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie, menegaskan bahwa kesuksesan Breezon adalah bukti nyata komitmen hilirisasi. “Kami ingin memastikan setiap inovasi dari Kilang Plaju tidak hanya memiliki daya saing pasar, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi dan keberlanjutan industri nasional,” tegasnya.
*Pertumbuhan Pasar yang Masif*
Kepercayaan pasar terhadap produk Breezon Kilang Plaju juga terus meningkat konsisten. Sejak implementasi program single brand refrigerant pada 2024, volume penjualan melonjak signifikan. Dari penjualan sebanyak 4 Mton pada 2021, meningkat menjadi 11 Mton pada 2022.
Kemudian, pada 2023, Kilang Plaju mencatat penjualan Breezon sebanyak 21 Mton. Permintaan melonjak tajam pada 2024 yang tercatat sebanyak 130 Mton. Adapun sepanjang 2025 lalu, total penjualan Breezon tercatat sebanyak 366 Mton. Sementara, selama 2026 (hingga Februari), Breezon telah dijual sebanyak 133 Mton.
*Komitmen Masa Depan Dukung Net Zero Emission*
Khanafie menambahkan bahwa, Breezon MC-32 adalah representasi kontribusi Kilang Plaju dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. “Breezon adalah produk refrigeran hijau berbasis riset lokal. Kilang Plaju berkomitmen mengembangkan terus inovasinya agar dapat memperluas penerapannya ke sektor industri dan rumah tangga,” pungkasnya.
Hadirnya produk Breezon ini menjadi salah satu tonggak yang mengantarkan Kilang Plaju menjadi green refinery, mendukung program dekarbonisasi dan menjadi industri pengolahan yang ramah lingkungan.
Inovasi ini juga menjadi bukti nyata komitmen Kilang Plaju dalam mendukung Asta Cita, khususnya pada poin melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi, dengan mengubah komoditas mentah menjadi produk hilir bernilai tambah tinggi yang memperkuat kemandirian industri nasional.(Fer/bs)















