Jakarta, bisnissumsel.com –
Menjaga tubuh tetap sehat saat usia bertambah bukan hanya soal hidup lebih lama, tetapi juga tetap bugar dan bebas dari penyakit kronis. Menurut dokter pengobatan integratif sekaligus spesialis umur panjang dr Julie Chen, kuncinya adalah melakukan pencegahan sejak dini.
“Jika seseorang berada di ambang penyakit, jauh lebih mudah untuk memulihkannya daripada membiarkan mereka jatuh dari tebing dan mencoba memulihkannya,” ucap dr Chen, dikutip dari Business Insider.
“Agar orang tetap benar-benar sehat dan mengoptimalkan umur panjang dan fungsi mereka, kuncinya adalah selalu selangkah lebih maju,” sambungnya.
Selama bertahun-tahun, dr Chen menerapkan sejumlah kebiasaan harian yang diyakini dapat mendukung umur panjang dan menekan risiko kematian dini. Apa saja?
1. Pola Makan Seimbang
Banyak orang hanya fokus pada olahraga, tetapi lupa menjaga kualitas makanan harian. dr Chen menilai pola makan adalah fondasi penting agar tubuh bisa memperbaiki dan menjaga diri sendiri.
dr Chen sendiri memilih protein sebagai dasar menu, seperti ayam panggang, salmon, atau udang. Selain itu, ia memperbanyak sayuran, seperti brokoli, kembang kol, mentimun, paprika, hingga sayuran hijau campur.
Ia juga menekankan pentingnya makan sayuran berwarna-warni karena kaya serat dan memiliki manfaat antiinflamasi.
“Terkadang, orang hanya makan bayam atau itu satu-satunya salad yang mereka makan,” kata Dr Chen.
dr Chen juga rutin memeriksa darah untuk mengetahui kadar vitamin, lalu mengonsumsi suplemen seperti vitamin B dan vitamin D bila diperlukan.
“Tanpa dasar pola makan yang tepat, sangat sulit bagi tubuh untuk membangun atau menyembuhkan diri,” ujarnya.
2. Rutin Olahraga Kardio dan Latihan Kekuatan
dr Chen menargetkan olahraga setiap jam 06.00 pagi dalam seminggu selama minimal 30 menit, idealnya 45 menit. Latihannya berupa kombinasi kardio dan latihan kekuatan.
Ia biasanya memulai dengan sepeda statis atau treadmill sekitar 20 menit, lalu dilanjutkan latihan perut, kaki, dan lengan. Ia memilih gerakan gabungan seperti squat dengan overhead press atau plank.
Menurutnya, latihan kekuatan penting karena massa otot akan berkurang secara alami seiring bertambahnya usia.
“Olahraga merupakan faktor besar untuk kesehatan kardiovaskular, kesehatan otak, kesehatan metabolisme, hampir semuanya,” katanya.
3. Tidur Cukup Setiap Malam
dr Chen menyebut tidur sebagai salah satu kebiasaan paling penting. Kurang tidur diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung hingga diabetes tipe 2.
Ia berusaha tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam, sesuai rekomendasi dokter.
Selain itu, dr Chen juga melakukan tes sleep apnea, yaitu kondisi saat napas berhenti sementara ketika tidur dan menyebabkan kadar oksigen turun. Meski tidak mendengkur dan tidak kelebihan berat badan, ia tetap memeriksakan diri.
“Mengetahui betapa pentingnya tidur untuk kesehatan otak dan kardiovaskular, saya melakukan tes itu. Saya juga sangat menyukai untuk tidak menebak-nebak kesehatan Anda,” terangnya.
4. Coba Puasa Intermiten dan Pilih Minuman Sehat
dr Chen menjalani puasa intermiten atau pola makan dengan batas waktu tertentu. Ia biasanya tidak makan dari pukul 21.00 hingga 14.00 keesokan harinya.
Menurutnya, kebiasaan ini membantu meningkatkan energi dan mengurangi peradangan tubuh. Tetapi, ia menegaskan metode ini tidak cocok untuk semua orang.
“Setiap orang berbeda,” katanya, sambil menyarankan konsultasi ke dokter sebelum mencobanya.
Selama puasa, dr Chen tetap minum air putih dan teh hijau. Teh hijau dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan otak dan jantung, serta berpotensi membantu menurunkan kolesterol.
Dengan menerapkan kebiasaan sederhana namun konsisten, risiko penyakit kronis dan kematian dini dapat ditekan. Kuncinya bukan menunggu sakit, melainkan mulai menjaga tubuh dari sekarang.
(sao/naf/detik)
















