Jamarat Kini Bisa Tampung Lebih dari 300.000 Jemaah Haji per Jam

Foto: Haris Fadhil/detikcom

Jakarta, bisnissumsel.com –

Fasilitas Jamarat di Mina meningkatkan kapasitasnya sehingga dapat menampung lebih dari 300.000 jemaah per jam. Hal ini memungkinkan pergerakan jemaah yang aman dan lancar untuk lontar jumrah.

Dilansir dari Arab News, Jumat (29/5/2026), fasilitas Jamarat modern itu jadi salah satu proyek pembangunan paling signifikan di Saudi. Setiap tahun, jutaan jemaah dari seluruh dunia berkumpul di area Jamarat di Mina untuk melakukan ritual lontar jumrah.

Situs tersebut telah mengalami transformasi drastis selama bertahun-tahun. Sebelumnya, Jamarat hanya terdiri dari pilar-pilar batu kecil yang dikelilingi oleh ruang sempit serta jalur terbatas. Hal ini menyebabkan kemacetan dan kepadatan jemaah seiring bertambahnya jumlah mereka.

Kawasan itu kini berubah menjadi kompleks rekayasa modern yang terintegrasi dengan panjang 950 meter dan lebar 80 meter. Kompleks Jamarat dibangun dengan lima lantai yang dilengkapi jembatan multiarah, jalur masuk dan keluar terpisah, pintu darurat, sistem pendingin udara, serta sistem pemantauan modern untuk mendukung kelancaran arus jemaah.

Selain itu, fasilitas tersebut juga memiliki 386 eskalator yang tersebar di 11 bangunan untuk membantu mobilitas jemaah selama pelaksanaan lontar jumrah. Pengoperasian kompleks Jamarat didukung sistem manajemen terpadu yang dijalankan oleh tim khusus selama 24 jam penuh.

Petugas menjaga keselamatan jemaah sekaligus memberikan layanan kesehatan dan bimbingan dengan koordinasi bersama aparat keamanan serta berbagai instansi pelayanan haji lainnya. Layar informasi multibahasa dan kamera pengawas modern juga dipasang di berbagai titik guna membantu mengatur arus pergerakan jemaah dan meningkatkan aspek keselamatan.

Perusahaan Kidana Development Co yang merupakan pelaksana proyek di bawah Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Kawasan Suci melakukan berbagai pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas menjelang musim haji tahun ini.

Perusahaan itu mengoperasikan sistem teknologi terpadu yang mencakup 340 eskalator dan 682 kamera pengawas digital untuk memantau tingkat kepadatan serta memastikan pergerakan jemaah tetap berjalan lancar. Selain itu, ada juga 228 kendaraan golf cart yang disiapkan demi mendukung mobilitas jemaah maupun petugas di dalam kompleks dan area sekitarnya.

(aeb/kri/detik)