Kuwait Rehabilitasi Bandara Sesegera Mungkin, Penumpang Bisa Reschedule Penerbangan

Jakarta, bisnissumsel.com –

Kuwait menghadapi guncangan hebat akibat serangan udara ke sejumlah fasilitas vital negaranya. Bandara Internasional Kuwait ikut kena serangan.

Pemerintah Kuwait mengonfirmasi bahwa serangan yang terjadi pada Rabu, 3 Juni 2026 tersebut menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone). Agresi ini menyebabkan satu orang tewas, lebih dari 60 orang luka-luka, serta memicu kerusakan parah pada infrastruktur penting negara.

Merespons situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Kuwait menegaskan penolakan kategoris atas apa yang mereka sebut sebagai tindakan agresi yang terang-terangan, seperti dikutip dari Flight Global, Jumat (5/6/2026).

Serangan hebat yang menghantam Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait sempat membuat aktivitas penerbangan lumpuh total. Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait langsung mengaktifkan rencana darurat setelah ledakan di Terminal 1 menyebabkan jatuhnya korban luka dan “kerusakan parah” pada beberapa fasilitas utama bandara.

Seluruh jadwal penerbangan domestik maupun internasional sempat ditangguhkan, sementara pesawat yang tengah mengudara menuju Kuwait terpaksa dialihkan ke bandara alternatif di negara tetangga.

Pasca-insiden maut tersebut, Perdana Menteri Kuwait, Sheikh Ahmad Abdullah Al-Ahmad Al-Sabah, langsung meninjau langsung reruntuhan di Terminal 1. Dalam kunjungan tersebut, PM Sheikh Ahmad menginstruksikan jajarannya untuk segera memulai proses perbaikan dan rehabilitasi struktur bangunan agar Terminal 1 bisa kembali beroperasi sesegera mungkin.

Berdasarkan laporan detail dari Kementerian Pertahanan Kuwait, serangan di Terminal 1 memang secara spesifik dihantam oleh sejumlah drone yang sengaja ditargetkan hingga mengakibatkan kerusakan material yang sangat signifikan pada bangunan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kekacauan jadwal ini, manajemen Kuwait Airways mengumumkan kebijakan khusus bagi para pelanggan. Mereka memberikan fleksibilitas penuh kepada penumpang untuk mengubah jadwal (reschedule) atau membatalkan penerbangan secara gratis tanpa dikenakan biaya sepeser pun bagi tiket yang terdampak akibat penangguhan massal tersebut.

(bnl/ddn/detik)