Washington DC, bisnissumsel.com –
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sesumbar AS memiliki kekuatan militer terkuat di dunia usai perang Iran, yang akan diakhiri dengan kesepakatan damai.
Trump, seperti dilansir NDTV dan Anadolu Agency, Jumat (19/6/2026), menyangkal dirinya terintimidasi oleh perang yang berkecamuk selama tiga bulan terakhir dengan Iran. Dia juga berargumen bahwa AS memiliki “militer terkuat di dunia”.
Dalam wawancara dengan media AS, Axios, yang dipublikasikan pada Kamis (18/6), Trump mengatakan bahwa dirinya menegosiasikan nota kesepahaman (MoU) untuk mencegah perang berubah menjadi depresi ekonomi global.
Ketika ditanya apa yang dia pelajari tentang batasan kekuasaannya sebagai Presiden AS setelah perang Iran, Trump menjawab: “Tidak ada batasan. Saya belum memetik pelajaran tersebut. Saya tahu ada batasan, tetapi tidak ada batasan. Kita telah mengalahkan mereka sepenuhnya secara militer.”
“Kita memiliki militer terkuat di dunia, jauh melampaui siapa pun. Siapa lagi yang bisa melakukan blokade seperti itu? Saya telah melakukan blokade angkatan laut di mana tidak satu pun kapal yang mampu melewatinya. Beberapa kapal mencoba, Mereka tidak berhasil, Anda tahu. Itu tidak berlangsung lama,” kata Trump.
Saat didesak lebih lanjut tentang apakah MoU ini sama saja dengan “penyerahan diri tanpa syarat” yang awalnya dia inginkan dari Teheran, Trump mengatakan: “Iya, itu mungkin memang penyerahan diri tanpa syarat.”
MoU itu telah ditandatangani secara jarak jauh oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6) waktu setempat.
MoU tersebut mengakhiri permusuhan secara permanen di semua front, termasuk Lebanon, dan memulai gencatan senjata selama 60 hari, juga mencabut blokade AS terhadap Iran, memulihkan lalu lintas komersial di Selat Hormuz, membahas rencana rekonstruksi senilai US$ 300 miliar, dan pencabutan sanksi AS.
(nvc/ita/detik)















