Mengenal Manfaat Konsumsi Kaktus, Superfood Baru yang Sedang Populer di Jepang

prickly pear cactus atau kaktus pir berduri (Foto: Getty Images/RinoCdZ)

Jakarta, bisnissumsel.com-

Kaktus selama ini identik sebagai tanaman hias atau tumbuhan gurun. Namun, di Jepang, tanaman ini mulai dilirik sebagai superfood berkat kandungan gizinya yang melimpah.

Para petani di Jepang bahkan mulai mengolah kaktus pir berduri (prickly pear cactus) menjadi berbagai hidangan, seperti quiche, pizza toast, sate, tempura, hingga mi dingin ala China. Menu-menu tersebut ditujukan bagi masyarakat yang semakin peduli terhadap pola makan sehat.

Salah satu petani kaktus yang dapat dimakan di Jepang, Miki Deguchi, meyakini tanaman ini berpotensi menjadi salah satu bahan pangan yang umum dikonsumsi di negaranya.

Kaktus dari genus Opuntia, yang dikenal sebagai prickly pear cactus atau kaktus pir berduri, semakin diminati di Jepang karena kaya akan mineral, serat pangan, dan berbagai nutrisi lainnya. Rasanya cenderung ringan dan segar, bahkan dapat dikonsumsi tanpa dimasak.

Nutrisi kaktus pir berduri

Kandungan gizi kaktus pir berduri dapat sedikit berbeda, tergantung pada varietasnya. Meski demikian, tanaman ini umumnya merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh.

Dalam 1 cangkir (149 gram) kaktus pir berduri mentah, terkandung:

  • Kalori: 61 kkal
  • Protein: 1 gram
  • Lemak: 1 gram
  • Karbohidrat: 14 gram
  • Serat: 5 gram
  • Magnesium: 30 persen Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian
  • Vitamin C: 23 persen AKG harian
  • Kalium: 7 persen AKG harian
  • Kalsium: 6 persen AKG harian

Kaktus pir berduri merupakan sumber serat pangan yang cukup baik. Satu cangkir (149 gram) dapat memenuhi sekitar 19 persen kebutuhan serat harian. Tanaman ini mengandung serat larut dan serat tidak larut, yang sama-sama berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Selain itu, kandungan magnesium, kalium, dan kalsium pada kaktus pir berduri membantu menjaga tekanan darah tetap sehat. Sementara itu, vitamin C berperan penting dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Manfaat kaktus pir berduri

Label ‘superfood’ yang disematkan pada kaktus pir berduri bukan tanpa alasan. Sejumlah penelitian mulai menunjukkan manfaat tanaman ini bagi kesehatan.

Pada tahun 2024, Chubu University mendirikan Research Initiatives Center for Cactus and Succulent Plant Research di Kota Kasugai, Prefektur Aichi. Pusat penelitian tersebut dibentuk untuk mengembangkan pemanfaatan kaktus dalam berbagai sektor, termasuk pangan.

Dalam penelitian yang dilakukan di pusat tersebut, tikus yang diberi pakan mengandung bubuk kaktus pir berduri diketahui mengalami peningkatan kadar mucin, yaitu protein yang melapisi permukaan usus dan membantu menghalangi masuknya virus. Selain itu, fungsi sistem kekebalan tubuh tikus juga dilaporkan meningkat.

“Saya yakin kaktus memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional,” ujar Mamoru Tanaka, profesor madya bidang pangan dan gizi di Chubu University yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Selain itu, beberapa manfaat lain dari kaktus pir berduri, seperti:

1. Berpotensi menjaga kesehatan kulit dan rambut

Konsumsi kaktus pir berduri sering diklaim dapat membantu membuat kulit tampak lebih sehat dan rambut lebih berkilau. Bahkan, ekstraknya telah banyak digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit dan rambut.

Manfaat tersebut diduga berasal dari kandungan vitamin C, pigmen betalain, serta berbagai senyawa antioksidan dan antiperadangan. Selain itu, biji dan kulit buah kaktus pir berduri mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan rambut.

Kandungan antioksidan pada kaktus pir berduri diperkirakan dapat membantu melindungi kulit dan rambut dari kerusakan akibat stres oksidatif, yang berkaitan dengan proses penuaan, peradangan, paparan sinar matahari, maupun faktor lingkungan lainnya.

Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang secara khusus membuktikan manfaat kaktus pir berduri terhadap kesehatan kulit dan rambut. Karena itu, klaim tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

2. Berpotensi membantu mengontrol gula darah

Kaktus pir berduri juga dinilai berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah serta mengurangi risiko komplikasi diabetes.

Salah satu kandungan yang diduga berperan adalah pektin, yaitu serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah sekaligus memberikan efek positif terhadap kadar lemak dalam darah.

Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan pada 2022 menunjukkan konsumsi kaktus pir berduri berpotensi menurunkan kadar gula darah puasa, baik pada orang sehat maupun penderita diabetes tipe 2.

Meski demikian, hasil penelitian masih belum konsisten. Efeknya tampaknya dipengaruhi oleh bentuk konsumsi, misalnya apakah dikonsumsi sebagai buah segar, bubuk, atau olahan lain, serta bagian tanaman yang digunakan.

Karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bentuk konsumsi dan jumlah kaktus pir berduri yang paling efektif dalam membantu mengontrol gula darah maupun memperbaiki kadar lemak darah.

3. Berpotensi menjaga kesehatan hati

Secara tradisional, kaktus pir berduri telah lama digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan hati. Sejumlah penelitian modern juga mulai menunjukkan potensi manfaat tersebut.

Kandungan antioksidan dalam kaktus pir berduri diduga dapat membantu melindungi hati dari peradangan dan stres oksidatif, dua kondisi yang dapat memicu kerusakan sel-sel hati.

Tinjauan penelitian yang dipublikasikan pada 2023 menyebutkan bahwa sifat antiinflamasi dan antioksidan pada buah kaktus pir berduri berpotensi memberikan efek positif terhadap kesehatan hati, termasuk membantu menjaga struktur dan fungsi organ tersebut.

Meski begitu, bukti ilmiah pada manusia masih terbatas. Selain itu, belum diketahui apakah mengonsumsi buah kaktus pir berduri memberikan manfaat yang sama dengan mengonsumsi bagian tanaman lainnya. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaatnya terhadap kesehatan hati.

Efek samping dan hal yang perlu diperhatikan

Kaktus pir berduri umumnya aman dikonsumsi selama diolah dan disiapkan dengan benar. Namun, seperti makanan lain, konsumsinya tetap perlu dibatasi.

Mengonsumsi kaktus pir berduri dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang berkaitan dengan tingginya asupan serat, seperti:

  • Diare
  • Gangguan pencernaan
  • Perut kembung
  • Mual

Buah maupun batang kaktus pir berduri yang dikonsumsi dalam jumlah wajar, seperti yang umum digunakan dalam berbagai resep masakan, umumnya dianggap aman.

Meski demikian, penelitian mengenai suplemen atau ekstrak kaktus pir berduri masih terbatas. Karena belum banyak data mengenai keamanan dan efek sampingnya, ibu hamil dan ibu menyusui umumnya disarankan menghindari konsumsi suplemen atau ekstrak kaktus pir berduri hingga tersedia bukti ilmiah yang lebih kuat.

Selain itu, bagian luar buah kaktus pir berduri memiliki glochids, yaitu duri-duri halus yang mudah menempel pada kulit. Duri tersebut harus dibersihkan secara menyeluruh sebelum dikonsumsi agar tidak melukai kulit atau ikut tertelan.

Berpotensi menjadi pangan masa depan

Potensi kaktus pir berduri sebagai sumber pangan juga menarik perhatian para peneliti di berbagai negara.

Pada 2017, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyoroti kaktus pir berduri sebagai sumber pangan bergizi yang tangguh dalam menghadapi perubahan iklim dan krisis pangan.

FAO menjelaskan bahwa tanaman ini mampu tumbuh di daerah kering dan rawan kekeringan sehingga dapat menyediakan makanan, pakan ternak, sekaligus sumber air bagi manusia maupun hewan. Saat ini, kaktus pir berduri telah dibudidayakan sebagai bahan pangan dan pakan ternak di sekitar 30 negara, termasuk Meksiko.

Popularitas tanaman ini juga terus meluas di Jepang. Pada Mei lalu, jaringan supermarket Watahan Super Center, yang banyak beroperasi di Prefektur Nagano, mulai menjual kaktus pir berduri di beberapa gerainya.

(suc/tgm/detik)