Purbaya Dapat Tugas dari Prabowo Bikin Simulasi Dampak Harga Minyak ke APBN

Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto

Jakarta, bisnissumsel.com –

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Presiden Prabowo Subianto meminta dirinya untuk melakukan simulasi ulang dampak gejolak harga minyak mentah dunia terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Instruksi ini seiring dengan dinamika harga minyak yang sempat menembus angka level US$ 100 per barel.

Meski harga minyak naik kembali, Purbaya memastikan tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Seperti diketahui, Pada penutupan perdagangan Kamis (23/7) harga minyak mentah Brent ditutup melonjak 7% dan ditutup di atas level US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.

“Kalau yang subsidi akan kita jaga terus,” ujar Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).

Justru, Presiden Prabowo Subianto meminta Purbaya untuk menghitung kesiapan anggaran negara dengan skenario berbeda. Sebelumnya, Purbaya telah menghitung dampak kenaikan harga minyak yang berpaku pada asumsi dasar US$ 100 per barel.

“Kemarin waktu di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda, bukan US$ 100 aja atau lebih. Jadi gimana anggarannya, kita sedang hitung tadi,” jelas Purbaya.

Sebagai informasi, pada perdagangan Jumat (24/7/2026), dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 72 sen atau 0,72% menjadi US$ 99,97 per barel. Kendati demikian, Brent masih berada di jalur kenaikan mingguan sebesar 13,5%.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 70 sen atau 0,76% menjadi US$ 91,49 per barel, namun masih berpotensi mencatat kenaikan mingguan 10,9%.

Harga minyak diprediksi akan naik secara mingguan. Kenaikan harga dipicu oleh kekhawatiran bahwa serangan tersebut akan menyebabkan penutupan jalur pelayaran Bab el-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia dan merupakan jalur pengiriman minyak terpenting kedua di dunia setelah Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan meminta Iran bertanggung jawab atas setiap serangan lanjutan.

(acd/acd/detik)