Telur Rebus Setengah Matang Vs Matang, Mana Lebih Sehat?

Telur rebus. Foto: Getty Images/iStockphoto/prayong kotjuk

Jakarta, bisnissumsel.com –

Telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diolah dan harganya relatif terjangkau. Ada yang lebih menyukai telur rebus setengah matang karena teksturnya lebih lembut, tetapi tidak sedikit yang memilih telur matang sempurna karena dianggap lebih aman.

Lantas, apakah telur rebus setengah matang memang lebih bergizi dibandingkan telur yang matang sempurna? Sejumlah penelitian menunjukkan jawabannya tidak sesederhana itu.

Kandungan Gizinya Hampir Sama

Banyak yang mengira memasak telur rebus hingga matang akan menghilangkan sebagian besar zat gizinya. Faktanya, perbedaannya relatif kecil.

Telur tetap menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung sembilan asam amino esensial. Selain itu, telur juga kaya vitamin A, vitamin D, vitamin B12, kolin, selenium, serta lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata.

Meski demikian, proses pemasakan dapat memengaruhi kadar beberapa zat gizi tertentu yang sensitif terhadap panas. Di antaranya adalah lutein dan zeaxanthin. Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2023 menunjukkan telur yang dimasak setengah matang mampu mempertahankan kadar lutein dan zeaxanthin sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan telur yang dimasak hingga matang sempurna. Kedua antioksidan tersebut berperan melindungi retina dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus membantu menjaga fungsi penglihatan.

Lebih Mudah Dicerna

Meski kandungan gizinya hampir sama, protein pada telur rebus matang lebih mudah diserap tubuh.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa tubuh menyerap sekitar 90 persen protein dari telur matang, sedangkan pada telur mentah hanya sekitar 50 persen. Pemanasan membantu mengubah struktur protein sehingga enzim pencernaan lebih mudah menyerapnya.

Karena itu, telur rebus matang memberikan kandungan protein yang lebih optimal dibandingkan telur rebus yang masih setengah matang atau mentah.

Risiko Keamanan Pangan

Perbedaan terbesar antara telur setengah matang dan matang sempurna sebenarnya terletak pada aspek keamanan pangan.

Telur yang belum matang sempurna masih memiliki kemungkinan mengandung bakteri Salmonella, terutama jika proses penyimpanan dan penanganannya kurang baik. Infeksi Salmonella dapat menyebabkan diare, demam, mual, muntah, hingga kram perut.

Risiko ini memang relatif rendah pada telur yang diproduksi dan ditangani dengan baik, tetapi tetap perlu diperhatikan, terutama pada anak, ibu hamil, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh yang menurun.

Memasak telur rebus hingga bagian putih dan kuningnya benar-benar matang menjadi cara paling efektif untuk terhindar dari infeksi bakteri tersebut dari telur yang dikonsumsi.

Jadi, Mana yang Lebih Sehat?

Jika hanya melihat kandungan gizinya, telur rebus setengah matang dan matang sempurna memiliki nilai gizi yang hampir sama.

Namun, dari sisi keamanan pangan dan penyerapan protein, telur rebus matang sempurna lebih direkomendasikan, terutama bagi anak, ibu hamil, lansia, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Bagi individu sehat yang mengonsumsi telur dari sumber terpercaya, telur setengah matang umumnya tetap aman dikonsumsi. Meski demikian, telur yang dimasak hingga matang tetap menjadi pilihan yang lebih aman tanpa mengurangi manfaat gizinya secara signifikan.

(mal/up/detik)