PALEMBANG, bisnissumsel.com–
Selama dua dekade, dapur Rumah Makan Pecel Lele Pakjo di Jalan Demang Lebar Daun Nomor 34, 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, mengandalkan gas alam dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk menopang aktivitas memasak setiap hari.

Bagi Koki Pecel Lele Pakjo, Yaskino, penggunaan gas alam PGN memberikan perubahan yang cukup terasa dalam operasional dapur. Api yang stabil membuat proses memasak lebih nyaman, sementara kebutuhan energi dapat terpenuhi tanpa kendala berarti selama sekitar 20 tahun.
Pengalaman tersebut berbeda dibandingkan saat masih menggunakan LPG tabung 12 kilogram. Ketika itu, Pecel Lele Pakjo bisa menghabiskan hingga lima tabung LPG dalam sehari dan terkadang menghadapi kendala saat stok sulit diperoleh.

“Dulu pernah pakai gas tabung 12 kilogram. Sehari bisa sampai lima tabung. Kalau mau beli juga kadang terkendala stok,” ujar Yaskino.
Setelah menggunakan gas alam PGN, operasional dapur dinilai lebih praktis dan stabil. Saat ini, gas alam PGN digunakan untuk mendukung sekitar 20 kompor yang beroperasi sejak pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.
“Selama menggunakan gas alam PGN sekitar 20 tahun ini tidak ada kendala yang berarti. Apinya stabil dan penggunaannya juga lebih efisien,” katanya.
Untuk kebutuhan gas alam, Pecel Lele Pakjo mengeluarkan biaya sekitar Rp7 juta hingga Rp8 juta per bulan. Selain efisiensi, keamanan juga menjadi pertimbangan. Yaskino menyebut selama menggunakan gas alam PGN, pihaknya tidak mengalami kendala dari sisi keamanan.
Operasional rumah makan tersebut didukung sekitar 15 karyawan. Dengan aktivitas dapur yang berlangsung hingga malam hari dan penggunaan sekitar 20 kompor, pasokan energi yang andal menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran usaha.
Sementara itu, Operation Maintenance Management PT PGN Area Palembang, Agit Fajar Sumana, mengatakan PGN berkomitmen menjaga keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan, termasuk rumah tangga dan sektor usaha di Palembang, Sumatera Selatan, serta Jambi.
“PGN berkomitmen dan siap menjaga kehandalan serta penyaluran sektor gas bumi di area Palembang,” ujar Agit.
Menurutnya, keandalan penyaluran dijaga melalui monitoring dan pengendalian tekanan gas secara real time, patroli jaringan dan infrastruktur secara berkala, serta pengelolaan pasokan dan kebutuhan. PGN juga berkoordinasi dengan pemasok gas, di antaranya Pertamina Asset 2 dan Medco, sekaligus menyiapkan alternatif atau backup supply apabila terjadi gangguan.
Dari sisi pengamanan, PGN memperkuat pengamanan internal dan eksternal dengan melibatkan unsur pengamanan objek vital, TNI, dan Polri. Sementara untuk penanganan gangguan, Tim Penanganan Gangguan (TPG) disiagakan selama 24 jam setiap hari.
“Tim penanganan gangguan siaga 24 jam untuk menjaga keandalan penyaluran gas,” jelasnya.
PGN juga memastikan infrastruktur dan pasokan gas bagi pelanggan, termasuk rumah tangga dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), berjalan lancar. Untuk mendukung pelayanan dan komunikasi, PGN menyediakan edukasi melalui SMS blast, kanal YouTube PGN, PGN Contact Center 135 yang tersedia 24 jam, serta kantor area dan subholding gas.
Bagi Pecel Lele Pakjo, keberadaan pasokan energi yang stabil menjadi bagian dari kelancaran aktivitas dapur yang berlangsung setiap hari. Pengalaman menggunakan gas alam PGN selama sekitar 20 tahun menunjukkan bahwa kebutuhan energi yang andal menjadi salah satu penunjang penting bagi keberlangsungan operasional usaha kuliner tersebut.(ferdi/rp)















