Rudal Saudi Gempur Pelabuhan Mokha di Yaman, 6 Orang Tewas

Ilustrasi bendera Arab Saudi (Foto: AFP/OZAN KOSE)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Militer Arab Saudi melancarkan serangan di Pelabuhan Mokha yang berada di Yaman. Enam orang tewas akibat serangan tersebut.

Serangan tersebut dilaporkan oleh kantor berita Saba yang berafiliasi dengan kelompok Houthi, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Selasa (22/9/2026). Houthi mengatakan para korban tewas merupakan warga sipil.

“Enam warga sipil, termasuk dua anak-anak dan seorang wanita, tewas dan delapan lainnya, termasuk seorang anak dan seorang wanita, terluka dalam serangan udara koalisi pimpinan Saudi di Mokha,” kata laporan Saba.

Kelompok Houthi saat ini sedang berperang dengan pemerintah Yaman. Di satu sisi, Arab Saudi memberikan dukungan kepada pemerintahan Yaman.

Dalam beberapa hari terakhir, Houthi telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik yang menargetkan ibu kota Saudi, Riyadh, serta fasilitas energi di sepanjang pesisir Laut Merah negara tersebut.

Sementara itu, Kepala badan pemerintahan Yaman, Rashad al-Alimi, melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden AS Donald Trump untuk meminta dukungan Amerika dalam menghadapi para pejuang pro-Iran. Hal itu diungkap seorang sumber di kantor Alimi kepada AFP.

Namun, Trump disebut tidak menjanjikan dukungan militer. Sumber tersebut menambahkan bahwa pembicaraan itu berlangsung pada hari Minggu (20/9) dan dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas terhadap pemerintah Yaman yang sedang terdesak.

Media AS melaporkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman juga telah mendesak Trump untuk menyerang kelompok Houthi.

Diketahui, kemajuan yang dicapai Kelompok Houthi Yaman telah memperkuat kendali Iran dan sekutunya atas dua jalur perairan utama, termasuk Selat Hormuz, yang menjadi tumpuan kawasan Teluk secara luas serta eksportir minyak mentah terbesar, Arab Saudi, untuk mendistribusikan minyak mereka.

Perang di Timur Tengah dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran. Serangan itu lalu dibalas oleh Republik Islam tersebut dengan serangan di berbagai wilayah kawasan itu.

Selain itu, kelompok-kelompok yang didukung Iran, termasuk Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon, juga kemudian turut terlibat.

Sementara perang di Yaman bermula pada tahun 2014 saat Houthi merebut ibu kota Sanaa, sebagian besar sempat terhenti sejak tahun 2022, namun kembali berkecamuk pada bulan Juli. Arab Saudi telah memimpin koalisi yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional sejak tahun 2015. Intervensi tersebut memperparah perang yang telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

(yld/ygs/detik)