Palembang, bisnissumsel.com –
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan kerja Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan (TNK) PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra. Melalui agenda Safety Walk Down di Palembang, Selasa (29/9), Edwin meninjau penerapan tata kelola keselamatan sekaligus mendorong penguatan mitigasi risiko pada seluruh lini operasi ketenagalistrikan.
Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi lintas entitas PLN untuk melihat implementasi keselamatan secara langsung di lapangan. Tidak hanya menyangkut kepatuhan terhadap prosedur, pembahasan diarahkan pada bagaimana aspek keselamatan melekat dalam perencanaan pekerjaan, pengendalian risiko, pengawasan, hingga perilaku setiap personel yang terlibat dalam aktivitas operasional.
Edwin menekankan bahwa penguatan budaya keselamatan membutuhkan keterlibatan seluruh jenjang organisasi. Pengelolaan K3 tidak cukup berhenti pada prosedur administratif, tetapi perlu terlihat dalam disiplin pelaksanaan pekerjaan, kualitas pengawasan, kesiapan peralatan, serta keberanian untuk menghentikan aktivitas ketika ditemukan kondisi yang tidak aman.
Dalam Safety Walk Down tersebut, tiga entitas PLN juga menyampaikan tata kelola Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sesuai karakteristik proses bisnis masing-masing. PLN Indonesia Power UBP Keramasan memaparkan pengelolaan HSSE pada kegiatan pembangkitan, sementara UIP3B Sumatera menjelaskan penerapan keselamatan pada pengelolaan infrastruktur penyaluran dan pengaturan beban sistem kelistrikan.
Pada kesempatan yang sama, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) memaparkan tata kelola HSSE pada aktivitas distribusi dan pelayanan kelistrikan. Karakter pekerjaan distribusi yang bersentuhan langsung dengan jaringan, petugas lapangan, mitra kerja, serta ruang publik menempatkan konsistensi implementasi K3 sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keandalan pelayanan kepada pelanggan.
Pertemuan lintas unit tersebut juga memberi ruang untuk melihat risiko keselamatan dari sudut pandang yang lebih utuh. Pembangkitan, transmisi, hingga distribusi memiliki karakter bahaya yang berbeda, tetapi bertemu pada prinsip yang sama, bahwa setiap pekerjaan harus dapat dilaksanakan dengan risiko yang teridentifikasi, pengendalian yang memadai, serta pengawasan yang berjalan efektif.
Bagi PLN UID S2JB, penguatan tata kelola keselamatan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas operasi sekaligus melindungi petugas, mitra kerja, masyarakat, dan aset kelistrikan. Evaluasi lapangan melalui Safety Walk Down juga menjadi sarana untuk memastikan kebijakan keselamatan yang dirancang di tingkat korporat benar-benar diterjemahkan dalam praktik kerja sehari-hari.
Melalui agenda ini, PLN mendorong keselamatan menjadi ukuran penting dalam setiap proses operasi, bukan semata indikator kepatuhan. Konsistensi penerapan K3 diharapkan dapat memperkuat budaya kerja aman sekaligus mendukung keandalan sistem ketenagalistrikan secara berkelanjutan.
(Ferdi/bs)

















