PLN UID S2JB melalui Rumah BUMN Jambi Perkuat Pembinaan Mutu UMK

Jambi, bisnissumsel.com –

Kualitas produk menjadi salah satu fondasi penting bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) untuk tumbuh, membangun kepercayaan konsumen, dan memperluas pasar. Karena itu, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), melalui pembinaan Rumah BUMN Jambi, terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha, salah satunya lewat Pelatihan Monitoring dan Pengawasan Mutu Pangan dengan penerapan pemeriksaan sederhana dan rapid check (25/09/2026).

Pelatihan yang diikuti lebih dari 20 pelaku UMK tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas produksi sehari-hari. Peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mempelajari bagaimana mengenali kondisi produk melalui pengamatan fisik, pengecekan kemasan, hingga penggunaan metode uji cepat sebagai bagian dari pemantauan mutu pangan.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan pembinaan UMK melalui Rumah BUMN Jambi diarahkan agar pelaku usaha berkembang secara menyeluruh, mulai dari penguatan kapasitas usaha, kualitas produk, hingga kesiapan memperluas pasar.

Ia menambahkan, pengembangan UMK tidak hanya bertumpu pada aspek pemasaran, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha membangun proses produksi yang semakin baik, konsisten, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.

“Ketika pelaku UMK memiliki pemahaman yang semakin baik mengenai kualitas produk, pengelolaan usaha, dan ekspektasi konsumen, fondasi usahanya juga akan semakin kuat. Inilah yang terus kami dorong melalui berbagai program pembinaan di Rumah BUMN Jambi,” kata Diksi.

Pelatihan menghadirkan Martina Asti Rahayu, M.Si. sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai monitoring dan pengawasan mutu pangan yang dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dan mudah diterapkan dalam proses usaha.

Pemeriksaan sederhana, misalnya, dilakukan dengan mengamati karakteristik produk secara langsung, mulai dari warna, aroma, tekstur, kondisi bahan, kebersihan produk, hingga kondisi kemasan dan segel. Pelaku usaha juga diajak lebih teliti terhadap informasi pada kemasan, seperti komposisi, tanggal produksi dan masa simpan, serta perubahan fisik produk yang dapat menjadi indikator awal terjadinya penurunan mutu.

Selain pengamatan tersebut, peserta diperkenalkan pada metode rapid check atau uji cepat menggunakan perangkat pemeriksaan sederhana sesuai parameter pangan yang hendak diketahui. Metode ini memberikan gambaran kepada pelaku UMK mengenai bagaimana pemeriksaan awal dapat dilakukan secara praktis sebelum menentukan langkah pengujian atau penanganan lebih lanjut apabila diperlukan.

Dalam sesi praktik, peserta melihat langsung tahapan pemeriksaan, mulai dari menyiapkan sampel, mengamati kondisi fisiknya, membandingkan karakteristik produk, hingga membaca hasil pemeriksaan sederhana. Pendekatan ini membuat materi mengenai mutu pangan lebih mudah dipahami karena berkaitan langsung dengan aktivitas yang mereka lakukan dalam proses produksi.

Salah seorang peserta, Ibu Nurmalis, pemilik usaha kerupuk bakar, mengaku pelatihan tersebut memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kontrol mutu yang dilakukan secara konsisten.

“Selama ini kami lebih banyak memastikan produk dari rasa dan tampilannya. Dari pelatihan ini kami jadi memahami bahwa ada beberapa hal sederhana yang bisa diperiksa secara rutin, mulai dari kondisi bahan, kemasan sampai perubahan pada produk. Pengetahuan ini sangat bermanfaat karena bisa langsung kami terapkan dalam usaha,” ujar Nurmalis.

Menurutnya, praktik secara langsung membuat materi yang disampaikan lebih mudah diterapkan. “Bukan hanya mendengar teori, kami juga melihat bagaimana proses pengecekannya dilakukan. Jadi setelah pulang dari pelatihan, kami sudah punya gambaran apa saja yang perlu lebih diperhatikan dalam menjaga konsistensi produk,” katanya.

Pendekatan praktis tersebut diharapkan membantu UMK membangun kebiasaan pengendalian mutu sejak dari proses produksi. Dengan kualitas produk yang terjaga secara konsisten, pelaku usaha memiliki fondasi yang semakin kuat untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Sebagai bagian dari komitmen pembinaan, PLN UID S2JB melalui Rumah BUMN Jambi terus menghadirkan program peningkatan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan UMK, baik pada aspek pengelolaan usaha, pemasaran, pengembangan produk maupun peningkatan kualitas.

Melalui ekosistem pembinaan tersebut, Rumah BUMN Jambi diharapkan terus menjadi ruang belajar dan bertumbuh bagi pelaku UMK agar semakin adaptif, berdaya saing, dan memiliki fondasi usaha yang kuat.

(Ferdi/bs)