Jakarta, bisnissumsel.com –
Banyak orang menganggap berjalan kaki sebagai aktivitas yang ringan dan tidak membutuhkan banyak usaha. Namun, aktivitas ini ternyata menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan.
Meski terlihat sederhana, ada banyak proses yang terjadi di otak saat seseorang berjalan sehingga membantu menjaga otak tetap aktif.
Dikutip dari laman Hindustan Times, dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Yathart, India, dr Kunal Bahrani, mengatakan banyak aktivitas yang berlangsung di dalam otak ketika seseorang sedang berjalan. Otak secara bersamaan menerima berbagai informasi dari mata, telinga, otot, dan persendian.
“Otak Anda harus menilai di mana kaki Anda harus mendarat, menjaga keseimbangan, menyesuaikan kecepatan, dan bereaksi jika sesuatu tiba-tiba menghalangi jalan Anda,” tambahnya.
Menurut pakar tersebut, berjalan kaki secara rutin juga dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular serta membantu mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan berat badan. Mengingat otak membutuhkan aliran darah yang sehat, menjaga faktor-faktor tersebut juga dapat membantu mendukung kesehatan pembuluh darah yang memasok darah ke otak.
Bergerak Bisa Membantu Mengatasi Kelelahan Mental?
Jika merasa lelah secara mental, seseorang mungkin cenderung lebih sedikit bergerak. dr Bahrani mengatakan, pasien yang mengeluhkan kondisi tersebut sering menceritakan rutinitas sehari-hari yang minim aktivitas fisik.
“Saya juga melihat hubungan ini dalam praktik klinis sehari-hari. Pasien yang mengeluh merasa lelah secara mental, tidak mampu berkonsentrasi, atau ‘tidak setajam sebelumnya’ sering menggambarkan hari-hari yang melibatkan sedikit sekali gerakan. Tentu saja, gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk kurang tidur, stres, pengobatan, atau kondisi medis yang mendasarinya. Tetapi ketika sebagian besar waktu dihabiskan untuk duduk, meningkatkan aktivitas fisik adalah salah satu perubahan praktis yang patut dipertimbangkan,” ujarnya berdasarkan apa yang ia lihat di kliniknya.
Jadi, manfaat bergerak tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat memberikan dampak secara psikologis.
(elk/kna/detik)
















