
Paris, bisnissumsel.com –
Otoritas Prancis mode waspada tinggi menjelang unjuk rasa nasional. Sekitar 70 ribu personel kepolisian disiagakan untuk mengantisipasi unjuk rasa lanjutan pada Sabtu (24/10) waktu setempat.
Seperti dilansir AFP, Sabtu (24/10/2026), Presiden Prancis Emmanuel Macron, menggelar rapat dengan dewan pertahanan yang dihadiri oleh para menteri dan pejabat tinggi Prancis, serta dijadwalkan untuk bertemu dengan jajaran aparat keamanan.
Pengerahan besar-besaran ini menyusul aksi memprotes kenaikan biaya hidup yang berujung kerusuhan parah sepekan lalu. Nantinya puluhan ribu polisi itu akan disiagakan di berbagai wilayah negara tersebut.
Macron dilaporkan menunda kunjungan ke Nigeria dan Senegal pada akhir bulan ini di tengah krisis yang terjadi.
Pekan ini, Macron untuk pertama kalinya melakukan pertemuan dengan perwakilan siswa sekolah menengah di Prancis. Namun, usai pertemuan digelar, perwakilan para siswa justru menyerukan rekan-rekan mereka untuk terus berunjuk rasa sampai pemerintah mengajukan usulan konkret untuk memenuhi tuntutan mereka.
“Kami tidak puas,” kata perwakilan siswa sekolah menengah, Nathanael Combary.
Ketua kelompok kampanye “High School Renewal” itu menyerukan para siswa untuk “terus bergerak” untuk mempertahankan posisi terhadap pemerintah. Dia menyebut Macron bersikap “penuh perhatian”, namun pihaknya menunggu usulan lebih lanjut dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Sebastien Lecornu pada Senin (26/10) mendatang.
Unjuk rasa oleh para siswa sekolah menengah terkait kondisi kegiatan belajar-mengajar, telah memicu gerakan yang kini meluas ke seluruh negeri, yang diperparah oleh kemarahan masyarakat luas akibat meningkatnya biaya hidup.
(jbr/ygs/detik)















