Jakarta, bisnissumsel.com –
Baru-baru ini, Pemerintah Iran mengeluarkan imbauan cara perlindungan diri ketika terjadi ledakan nuklir. Jika ada ledakan nuklir, masyarakat diminta untuk segera masuk ke dalam bangunan.
Agar lebih aman, sebaiknya masyarakat berlindung di ruang bawah tanah atau ruang tengah tanpa jendela. Tak lupa tutup pintu dan jendela, matikan AC dan sistem ventilasi yang menarik udara dari luar.
Dilansir dari India Today, wakil direktur pendidikan dan penelitian di Isfahan Red Crescent Society, Ebrahim Adelzadeh, menyarankan warga untuk berlindung di gedung-gedung kokoh dan menjauh dari jendela.
“Ruang bawah tanah atau ruangan di bagian tengah bangunan, jauh dari jendela, dapat menjadi tempat berlindung yang cocok jika dapat diakses dengan aman,” katanya kepada Lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRNA, dikutip dari India Today, Rabu (4/11/2026).
Panduan tersebut merekomendasikan untuk bersiap-siap untuk terlindung setidaknya selama 24 jam sembari menunggu instruksi resmi sebelum pergi. Dalam periode tersebut, sebaiknya mengonsumsi makanan kemasan dan air minum dalam botol, serta menghindari berlindung di dalam kendaraan. Apabila sebuah bangunan terbakar atau ada risiko runtuh, warga harus berpindah ke tempat yang lebih aman.
Jika Warga Masih di Luar Bangunan
Kalau warga berada di luar bangunan saat ledakan nuklir terjadi, segera berbaring dekat dengan tanah, berlindung di balik penghalang, dan lindungi kepala dan wajah. Jangan melihat langsung pada kilatan yang dihasilkan oleh ledakan nuklir. Setelah aman, segera mencari gedung terdekat.
Kalau sudah terpapar debu radioaktif, disarankan untuk melepas pakaian luar dengan hati-hati dan simpan di dalam tas plastik. Segera mencuci kulit dan rambut dengan sabun dan air.
Jauhi Jendela
Dilansir dari Business Insider, Federal Emergency Management Agency (FEMA) menyarankan untuk tidak berdiri di dekat jendela jika terjadi ledakan nuklir. Kalau bisa, pergi ke ruangan yang minim jendela atau di ruang bawah tanah agar lebih aman.
Hal itu karena gelombang kejut (shockwave) dari ledakan nuklir dapat memecahkan kaca jendela hingga jarak sekitar 16 km dari pusat ledakan. Akibatnya, serpihan kaca beterbangan dan membahayakan keselamatan penghuni di dalamnya.
Dilansir dari UK Health Security Agency, radiasi gamma juga bisa menembus jendela bahkan dinding bangunan. Tapi radiasi ini bisa dikurangi apabila penghuni bangunan berlindung di balik tembok kokoh seperti dari bata, batu, beton, atau material serupa.
Jangan Berlindung di Bangunan dari Kayu
Dilansir dari International Commission on Radiological Protection (ICRP), material kayu ini rentan terbakar setelah terjadi ledakan nuklir.
Setelah ledakan nuklir, ada bola api yang terdiri dari gas bersuhu tinggi akan menghasilkan denyut termal (thermal pulse). Denyut ini bisa berlangsung selama beberapa detik dan menyebabkan luka bakar pada kulit, cidera mata, serta memicu terbakarnya material yang mudah terbakar, seperti material kayu. Jarak thermal pulse ini bahkan bisa sampai beberapa kilometer dari lokasi ledakan.
Untuk itu, masyarakat disarankan untuk berlindung di bangunan dengan material dinding bata, beton, batu, atau material sejenisnya. Tempat berlindung yang lebih aman bisa di ruang bawah tanah atau tempat parkir basement maupun stasiun kereta bawah tanah.
Alasan Iran Mengeluarkan Imbauan
Dilansir dari CNBC TV18, panduan itu dirilis sebagai bagian dari Pekan Pertahanan Pasif Iran yaitu inisiatif tahunan yang berfokus pada kesiapan sipil dan perlindungan terhadap potensi ancaman.
Imbauan ini menarik perhatian karena Isfahan, salah satu provinsi di Iran, terletak dekat fasilitas nuklir Natanz. Apalagi, ada kemungkinan serangan AS di Gunung Pickaxe yaitu situs bawah tanah yang terkait nuklir dekat dengan Natanz.
Pada bulan Oktober, Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa Washington dapat menargetkan gunung itu tetapi mengesampingkan penggunaan senjata nuklir. Secara terpisah, jurnalis dan komentator AS Tucker Carlson mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Trump untuk melakukan serangan nuklir di lokasi tersebut dalam beberapa hari.
(abr/abr/detik)
















