AS Tutup Celah Ekspor Chip Canggih ke Perusahaan China

Ilustrasi.Foto: Dok. Nvidia

Jakarta, bisnissumsel.com-

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menutup celah aturan yang memungkinkan chip Artificial Intelligence (AI) paling canggih buatan Nvidia, termasuk seri Blackwell, diekspor ke perusahaan China yang beroperasi di luar negeri.

Departemen Perdagangan AS pada Minggu menerbitkan aturan baru yang mewajibkan perusahaan yang berkantor pusat di China mengantongi izin untuk memperoleh chip AI canggih AS. Aturan ini berlaku untuk anak usahanya yang berada di negara lain seperti Malaysia.

Langkah itu diambil setelah beredar dokumen di Washington yang menyebut pintu telah terbuka lebar bagi perusahaan China untuk mengakses chip AI mutakhir melalui entitas luar negeri.

Sumber industri chip yang memahami rantai pasok global memperkirakan jumlah chip yang telah dikirim melalui jalur tersebut bisa mencapai ratusan ribu unit.

Biro Industri dan Keamanan (BIS) AS menyatakan, aturan tersebut sebenarnya sudah berlaku sejak 2023. Namun, panduan terbaru diterbitkan untuk memperjelas bahwa kewajiban lisensi tetap berlaku bagi entitas yang berinduk di China, meski beroperasi di luar wilayah negara tersebut.

“BIS mengeluarkan panduan yang memperjelas persyaratan lisensi ekspor yang sudah berlaku sejak 2023. BIS akan terus menegakkan kontrol ekspor secara ketat untuk melindungi teknologi penting Amerika,” kata juru bicara BIS, dilansir daru Reuters, Senin (1/6/2026).

Seorang pejabat Nvidia mengatakan panduan baru itu tidak mengubah posisi perusahaan. Pasalnya sejak awal, Departemen Perdagangan AS telah mewajibkan lisensi untuk pengiriman chip tertentu kepada pihak terkait China.

Celah aturan itu muncul setelah Departemen Perdagangan AS pada Mei 2025 memutuskan tidak menerapkan AI Diffusion Rule yang diterbitkan pada akhir pemerintahan Presiden Joe Biden. Aturan tersebut sebelumnya mengatur persyaratan lisensi akses global terhadap chip AI.

Mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS yang kini menjadi pakar teknologi dan keamanan nasional, Chris McGuire, menilai celah tersebut memungkinkan anak usaha perusahaan China di luar negeri membeli chip Nvidia Blackwell tanpa lisensi. Menurutnya, panduan terbaru berhasil menutup celah itu.

(ily/hns/detik)