Palembang, bisnissumsel.com –
Bunda Literasi Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, memperkuat sinergi pengembangan literasi daerah melalui audiensi bersama Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., yang berlangsung di Gedung Perpusnas RI, Kamis (5/2/2026).
Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan kebijakan dan program literasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendorong peningkatan budaya baca masyarakat di Sumatera Selatan, termasuk Kota Palembang.
Kegiatan tersebut dihadiri Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan Ratu Tenny Leriva, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, serta Bunda dan Bapak Literasi dari kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan dan inklusif.
Audiensi juga bertujuan memperkuat sinergi antara Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, dan Perpustakaan Kabupaten/Kota, terutama dalam menyelaraskan visi pembangunan nasional di bidang perpustakaan dan literasi.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan akses bahan bacaan bermutu, penguatan layanan perpustakaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola literasi di daerah.
Selain itu, pertemuan ini juga untuk memperkaya dan mengoptimalkan program kerja Duta Literasi Provinsi, serta Bunda dan Bapak Literasi kabupaten/kota sebagai motor penggerak literasi di masyarakat.
Peran strategis tersebut dinilai penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini, memperluas keterlibatan keluarga, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi.
Upaya penguatan kolaborasi ini ditargetkan berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM), khususnya di wilayah Sumatera Selatan.
Dengan dukungan kebijakan dan program yang terintegrasi, literasi diharapkan tidak hanya menjadi agenda sektoral, tetapi bagian dari gerakan sosial yang masif.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Sastrani Ratu Dewa mengungkapkan kekagumannya terhadap Perpustakaan Nasional RI yang dinilainya memiliki koleksi sangat lengkap dan representatif sebagai pusat rujukan literasi nasional.
“Di sini terdapat ribuan buku dengan beragam tema, termasuk koleksi biografi para Presiden Indonesia. Ini merupakan sumber pengetahuan yang sangat berharga dan patut dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dewi
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak, generasi muda, serta masyarakat luas agar membiasakan membaca dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang belajar terbuka yang menyediakan berbagai ilmu pengetahuan untuk digali dan dikembangkan.
“Kami terus memberi semangat kepada anak-anak sekolah agar gemar membaca. Membaca adalah gerbang seluruh ilmu pengetahuan dan fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkas Dewi Sastrani. (*)














