Cara Ikut Program Cek Arah Kiblat Nasional Kemenag, Dibuka 1-10 Juli

Ilustrasi meluruskan kiblat saat Rashdul Kiblat terkait fenomena matahari di atas Ka'bah. (Foto: Fuad Hasyim/detikcom)

Jakarta, bisnissumsel.com-

Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar program Cek Arah Kiblat Nasional 2026. Masyarakat dapat mendaftarkan titik lokasi untuk diverifikasi arah kiblatnya secara serentak pada Juli 2026 melalui Gerakan Indonesia Berkiblat.

Program ini memanfaatkan momen saat Matahari berada tepat di atas Ka’bah atau rashdul kiblat, sehingga arah kiblat dapat dicek secara akurat. Lalu, bagaimana cara mendaftar dan kapan pelaksanaannya? Berikut informasinya.

Pendaftaran Dibuka 1-10 Juli 2026

Merujuk informasi resmi Kementerian Agama melalui akun Instagram @kemenag_ri, pendaftaran titik verifikasi dibuka pada 1 hingga 10 Juli 2026. Kemenag menargetkan 1.448.000 titik verifikasi di seluruh Indonesia.

Masyarakat yang ingin mengikuti program ini dapat mendaftarkan titik verifikasi secara daring melalui laman indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Setelah proses pendaftaran selesai, lokasi yang didaftarkan akan masuk dalam daftar titik verifikasi nasional.

Pelaksanaan pengecekan arah kiblat dijadwalkan berlangsung pada 15-16 Juli 2026, tepat saat Matahari berada di atas Ka’bah, yakni pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT.

Cara Daftar Program Cek Arah Kiblat

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Masyarakat dapat membuat akun terlebih dahulu sebelum mengikuti verifikasi arah kiblat nasional.

Berikut langkah-langkah pendaftarannya:

  • Buka laman indonesiaberkiblat.kemenag.dev.
  • Klik “Akses Portal Peserta (Login)”, lalu pilih “Daftar di sini”.
  • Isi data yang diminta, seperti nama, lokasi pengamatan, alamat, provinsi, kabupaten/kota, alamat email, dan kata sandi.
  • Klik “Daftar Sekarang”, kemudian masuk (login) menggunakan akun yang telah dibuat.
  • Setelah berhasil masuk, daftarkan titik lokasi yang akan mengikuti verifikasi arah kiblat pada 15-16 Juli 2026.

Cara Cek Arah Kiblat Saat Rashdul Kiblat

Merujuk panduan Kementerian Agama, pengecekan dilakukan ketika Matahari tepat berada di atas Ka’bah sehingga bayangan benda tegak akan mengarah berlawanan dengan kiblat.

Agar hasilnya akurat, peserta perlu menyiapkan tongkat atau benda lurus yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka. Saat waktu rashdul kiblat tiba, cukup amati arah bayangan yang terbentuk. Garis yang berlawanan dengan arah bayangan menunjukkan arah kiblat.

Kemenag mengingatkan agar jam yang digunakan telah disesuaikan dengan waktu resmi dan lokasi pengecekan tidak terhalang bangunan atau pepohonan yang dapat mengganggu terbentuknya bayangan.

Peserta Akan Mendapat Sertifikat

Kementerian Agama menyebut peserta yang mengikuti Gerakan Indonesia Berkiblat akan memperoleh sertifikat partisipasi sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dalam program nasional ini.

Melalui kegiatan tersebut, Kemenag berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki acuan arah kiblat yang tepat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penentuan arah kiblat sesuai kaidah ilmu falak.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini, pendaftaran masih dibuka hingga 10 Juli 2026. Setelah mendaftarkan titik verifikasi, peserta dapat melakukan pengecekan arah kiblat secara serentak pada 15-16 Juli 2026 sesuai waktu rashdul kiblat di wilayah masing-masing.

(wia/jbr/detik)