Dokter Ungkap Kondisi Paus Leo Usai Jalani Operasi Nodul di Paru-paru

Foto: Paus Leo (REUTERS/Yara Nardi)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Paus Leo XIV dipulangkan dari Rumah Sakit Gemelli di Roma, Italia, pada Sabtu (17/10) setelah dirawat selama lima hari. Sebelumnya, ia menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanannya akibat adenokarsinoma paru.

Keesokan harinya, Minggu (18/10), untuk pertama kalinya Paus Leo tampil di hadapan publik setalah menjalani operasi. Memimpin Doa Angelus dari Istana Apostolik, dia mengatakan pengalamannya membuat dirinya merasa sangat dekat dengan orang-orang yang sakit.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendoakan saya beberapa hari ini. Saya benar-benar merasakan dukungan Anda. Terima kasih,” katanya, dikutip dari laman EuroNews.

“Saya sangat berterima kasih kepada para dokter, perawat, dan seluruh staf Poliklinik Gemelli. Saya merasa sangat dekat dengan semua orang yang sedang mengalami sakit dan kondisi lemah,” tambahnya.

Ahli bedah yang mengoperasi Paus Leo, Profesor Stefano Margaritora, menyatakan bahwa ketika dipulangkan dari rumah sakit, kondisi klinis Paus berada dalam keadaan “memuaskan”.

“Pengembangan kembali paru-paru setelah operasi berlangsung sesuai dengan jangka waktu yang biasanya diharapkan. Secara keseluruhan, kondisinya baik,” tambah profesor tersebut.

Ia mengatakan, tumor ganas pada paru-paru Paus Leo ditemukan secara tidak sengaja.

“Seperti yang sayangnya sering terjadi, saat melakukan pemeriksaan perut rutin, bintik kecil ini ditemukan di dada, di dasar paru-paru. Ini cukup umum karena ketika pemeriksaan radiologi perut dilakukan, dasar paru-paru biasanya terlihat karena diafragma berbentuk seperti parasut. Namun, jika bintik kecil ini berada sedikit lebih tinggi, tentu saja bintik tersebut tidak akan terlihat,” tambahnya.

Profesor tersebut mengatakan dirinya puas dengan jalannya operasi. Ia juga menceritakan bahwa selama masa pemulihan pascaoperasi, Paus menjalani proses pemulihan dengan sepenuh hati dan mengerahkan seluruh upayanya.

“Tekadnya untuk pulih dalam waktu yang sangat singkat sangat efektif dari segala sisi. Upayanya benar-benar patut menjadi teladan,” tambahnya.

Margaritora kemudian mengatakan bahwa masa pemulihan akan memakan waktu beberapa minggu. Oleh karena itu, ia yakin perjalanan Paus ke Amerika Latin yang dijadwalkan pada 6 November dapat tetap dilaksanakan.

“Saya akan mengatakan tidak ada alasan klinis mengapa perjalanan ini tidak boleh dilakukan,” kata profesor itu.

(elk/kna/detik)