Jakarta, bisnissumsel.com –
Banyak orang sering mengartikan sensasi dada berdebar sebagai tanda pasti penyakit aritmia atau gangguan irama jantung. Lantas, benarkah kedua hal tersebut merupakan kondisi yang sama?
Spesialis penyakit dalam subspesialis kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, dr Simon Salim, SpPD-KKV, meluruskan hal ini. Ia menjelaskan dada berdebar dan aritmia merupakan dua hal yang sangat berbeda secara medis.
“Berdebar itu adalah keluhan subjektif. Sedangkan aritmia itu adalah penemuan objektif dari dokter,” terang dr Simon dalam tayangan detikSore, Jumat (14/8/2026).
“Aritmia itu artinya gangguan irama, bisa lebih cepat atau bisa lebih lambat dari yang seharusnya. Kalau berdebar beda lagi, berdebar kan memang perasaan,” lanjutnya.
dr Simon menegaskan bahwa tidak semua sensasi berdebar disebabkan oleh aritmia. Sebaliknya, orang yang mengalami aritmia pun tidak selalu merasakan gejala berdebar.
Aritmia Harus Dibuktikan Lewat Rekam Jantung
Lebih lanjut, dr Simon menjelaskan aritmia merupakan sebuah kelompok penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem listrik jantung. Karena sifatnya sebagai kondisi medis, keberadaan aritmia tidak bisa hanya dikira-kira dari perasaan atau keluhan pasien semata.
“Aritmia ini terdiri dari berbagai macam penyakit yang semua dikategorikan dalam aritmia. Oleh karena itu, aritmia harus dibuktikan dengan rekaman listrik jantung (EKG), karena memang ini adalah gangguan listrik jantung,” jelas dr Simon.
dr Simon juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan aritmia yang tidak menimbulkan gejala. Pasalnya, ketiadaan rasa sakit atau berdebar bukan berarti kondisi jantung seseorang berada dalam keadaan aman.
“Jadi kita enggak bisa menyatakan karena ada gejala berdebar dia pasti lebih berbahaya. Kita harus membedakan aritmia yang mengganggu kehidupan sehari-hari dengan aritmia yang berpotensi berbahaya. Nah, itu baru ketahuannya setelah biasanya kita melakukan pemeriksaan-pemeriksaan,” sambungnya.
Kenali Gejala Aritmia, Bukan Cuma Berdebar
Meskipun sebagian kasus aritmia muncul tanpa gejala, dr Simon membeberkan beberapa sinyal tubuh yang paling sering dikeluhkan oleh pasien gangguan irama jantung. Selain dada berdebar, penderita aritmia kerap merasakan gejala fisik seperti:
Tubuh terasa lemas: Terjadi akibat aliran darah dan oksigen dari jantung tidak terpompa secara optimal ke seluruh tubuh.
Mudah lelah: Merasa sangat capek meski hanya melakukan aktivitas harian yang tergolong ringan.
Sensasi hampir pingsan-hilang kesadaran: Terjadi saat irama jantung berdetak terlalu lambat atau terlalu cepat secara mendadak, sehingga suplai darah ke otak menurun drastis.
“Yang paling banyak (gejala) memang berdebar, berdebar merupakan salah satu gejala dari aritmia. Nah yang berikutnya adalah rasa lemas, mudah lelah, bahkan seperti pingsan,” beber dr Simon.
Demi memastikan rasa berdebar yang dialami merupakan tanda aritmia yang berbahaya atau bukan, harus dicek secara medis. dr Simon mengimbau untuk segera melakukan pemeriksaan rekam listrik jantung atau elektrokardiogram (EKG) ke fasilitas kesehatan terdekat.
(sao/naf/detik)
















