Palembang, bisnissumsel.com –
PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi dan evaluasi berkelanjutan dengan menyerap aspirasi serta pendapat para pemangku kepentingan melalui pelaksanaan Survei Perspektif Publik Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Palembang, Jumat 23 Januari 2026 di Hotel Luminor Palembang.
Survei Perspektif Publik ini menjadi sarana dialog strategis antara PLN dan stakeholder eksternal di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu guna memperoleh masukan komprehensif terkait kinerja, layanan, serta komunikasi perusahaan. Pelaksanaan survei melibatkan pihak independen dari Institut Pertanian Bogor guna menjaga objektivitas dan validitas hasil kajian.
FGD diikuti oleh berbagai unsur stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, asosiasi profesi, sektor pendidikan, media hingga mahasiswa. Beragam isu strategis dibahas, di antaranya kualitas dan keandalan pasokan listrik, efektivitas komunikasi publik, transformasi digital, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta peran PLN dalam mendukung transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Dalam diskusi, sejumlah tantangan elektrifikasi di wilayah terpencil turut menjadi perhatian. Masih terdapat desa-desa yang belum sepenuhnya berlistrik, khususnya di daerah dengan kondisi geografis sulit. Upaya elektrifikasi di wilayah tersebut memerlukan investasi yang besar dan sinergi lintas sektor melalui dukungan kebijakan pemerintah, termasuk melalui program listrik desa.
Selain itu, isu gangguan pasokan listrik juga disampaikan sebagai perhatian bersama karena berpotensi menimbulkan dampak bagi pelanggan maupun perusahaan. Di sisi lain, PLN mencatat capaian positif dalam penerapan K3 dengan nihil korban jiwa akibat kecelakaan kerja sepanjang tahun 2025.
Berbagai masukan dari stakeholder juga menyoroti perkembangan transformasi digital PLN, termasuk pemanfaatan layanan digital yang dinilai semakin memudahkan masyarakat. Dukungan terhadap layanan PLN Mobile, kejelasan definisi desa berlistrik, ketersediaan material, serta percepatan proses layanan turut menjadi catatan penting dalam diskusi.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Komunikasi Korporat PT PLN (Persero), Grahita Muhammad, menyampaikan bahwa transformasi digital PLN dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, dengan tetap memastikan akses layanan yang inklusif bagi seluruh pelanggan.
“Digitalisasi layanan tidak hanya bergantung pada aplikasi. PLN tetap menyediakan berbagai kanal layanan resmi, seperti Call Center 123, email, dan media lainnya untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Grahita.
Ia menambahkan, PLN terus meningkatkan pengawasan terhadap unit layanan serta mempercepat penyampaian informasi gangguan listrik agar lebih akurat dan responsif. Ke depan, PLN juga akan melanjutkan pengembangan digitalisasi hingga pemanfaatan meteran listrik pintar yang terintegrasi dengan perangkat pelanggan.
“PLN saat ini melayani sekitar 90 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Masukan dari stakeholder melalui Survei Perspektif Publik ini menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan dan strategi perusahaan ke depan, sejalan dengan komitmen PLN untuk meningkatkan kualitas layanan dan membangun kepercayaan publik,” tutup Grahita. (*)
(Adi/bs)














