Jambi, bisnissumsel.com –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya meninggalkan dampak bagi lingkungan. Ketika bencana terjadi, aktivitas produksi, distribusi, hingga keberlangsungan usaha masyarakat juga dapat ikut terganggu. Menyadari risiko tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) melalui Rumah BUMN Jambi membekali pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan pengetahuan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Sebanyak 12 pelaku UMK mengikuti sosialisasi bertajuk “Mitigasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)” yang digelar di Rumah BUMN Jambi, Kamis (10/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan PLN UID S2JB untuk membangun UMK yang tidak hanya mampu berkembang secara bisnis, tetapi juga lebih tangguh menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha.
Rumah BUMN Jambi menghadirkan Fungsional Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Provinsi Jambi sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Ismail, S.E., sebagai narasumber.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan kerangka penanggulangan bencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Regulasi tersebut membagi penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam tiga tahapan, yakni prabencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana. Pada tahap prabencana, kesiapsiagaan, peringatan dini, dan mitigasi menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko sebelum bencana terjadi.
Peserta juga mendapat pemahaman bahwa mitigasi bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Pasal 47 UU Nomor 24 Tahun 2007 menempatkan pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan sebagai bagian dari kegiatan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat di kawasan rawan.
Materi tersebut kemudian dikaitkan dengan keseharian pelaku UMK, mulai dari pentingnya mengenali risiko di sekitar tempat usaha, meningkatkan kewaspadaan, hingga memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika kondisi darurat terjadi. Dengan pengetahuan tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu mengambil langkah lebih cepat dan tepat untuk melindungi diri, pekerja, aset, maupun keberlangsungan usahanya.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan pembinaan UMK melalui Rumah BUMN Jambi tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas produk maupun perluasan pasar. Ketangguhan menghadapi risiko juga menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
“UMK merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, kami ingin pembinaan melalui Rumah BUMN Jambi menyentuh kebutuhan pelaku usaha secara lebih luas. Tidak hanya bagaimana usaha mereka tumbuh, tetapi juga bagaimana mereka memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi risiko yang sewaktu-waktu dapat memengaruhi operasional usaha,” ujar Diksi.
Menurut Diksi, edukasi mitigasi menjadi relevan untuk membangun kesiapsiagaan bencana. Pengetahuan sederhana yang dimiliki masyarakat dapat menjadi modal penting ketika menghadapi situasi darurat.
“Mitigasi dimulai dari kesadaran. Semakin masyarakat memahami risiko di sekitarnya, semakin baik pula kesiapan untuk melakukan langkah pencegahan maupun mengambil tindakan yang tepat. Kami ingin Rumah BUMN Jambi menjadi ruang belajar yang membuat UMK tidak hanya semakin maju, tetapi juga semakin tangguh,” tambah Diksi.
Manfaat pembekalan tersebut turut dirasakan oleh Iqbal, salah satu peserta kegiatan. Ia menilai pemahaman mengenai kebencanaan penting bagi pelaku UMK karena risiko bencana juga dapat bersinggungan langsung dengan aktivitas usaha.
“Selama ini kami mungkin lebih banyak melihat karhutla sebagai persoalan lingkungan. Dari kegiatan ini kami semakin memahami bahwa dampaknya juga bisa memengaruhi aktivitas usaha. Sebagai pelaku UMK, kami perlu mengenali risiko di sekitar dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Pengetahuan seperti ini membuat kami lebih siap menjaga diri, orang-orang yang bekerja bersama kami, sekaligus keberlangsungan usaha,” ujar Iqbal.
Bagi PLN UID S2JB, pembinaan melalui Rumah BUMN Jambi menjadi salah satu ruang untuk meningkatkan kapasitas UMK secara berkelanjutan. Kesiapan menghadapi bencana melengkapi berbagai kemampuan usaha yang diperlukan agar UMK dapat beradaptasi terhadap perubahan maupun kondisi tidak terduga.
(Ferdi/bs)













