Herman Deru Hadiri Takziah 40 Hari Kemas H. Abdul Halim Ali, Ulama dan Tokoh Masyarakat Turut Mendoakan

5

PALEMBANG, bisnissumsel.com –

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H.Herman Deru menghadiri acara takziah mengenang 40 hari wafatnya Almarhum Kemas H. Abdul Halim Ali bin Kemas Ali sekaligus haul Almarhumah Nyimas Hj. Aminah binti Kemas Nang Utih yang digelar di Graha Dakwah Al-Halim, Minggu (15/03/2026).

Acara berlangsung khidmat dan diawali dengan salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih dan Witir bersama jamaah yang hadir. Setelah itu dilaksanakan takziah 40 hari wafatnya Almarhum Kemas H. Abdul Halim Ali bin Kemas Ali.

Sejumlah tokoh agama turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Habib Rizieq Shihab dan Abdul Somad Batubara yang juga menyampaikan tausiyah untuk mengenang sosok almarhum. Hadir pula para ulama, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ulama, tokoh agama, dan masyarakat yang telah hadir untuk mendoakan almarhum dan almarhumah.

“Di tengah-tengah kita hadir Ustadz Abdul Somad dan Habib Rizieq. Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih karena telah hadir pada 40 hari meninggalnya ayahanda kita Kemas H. Abdul Halim Ali bin Kemas Ali,” ujarnya.

Menurut Herman Deru, almarhum dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat serta dikenal luas karena kedermawanannya.

“Tak lekang kebaikan dan begitu banyak kedermawanan beliau kepada kita. Semoga beliau diterima di sisi Allah SWT,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama hidup almarhum terdapat kesalahan maupun hal-hal yang belum terselesaikan.

“Atas kehadiran dan doa kebersamaan ini, kami atas nama keluarga besar mengucapkan terima kasih. Apabila ada salah khilaf dan hal-hal yang belum terselesaikan mohon dimaafkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Herman Deru menyampaikan bahwa kegiatan takziah dan haul menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus mengambil hikmah dari perjalanan hidup almarhum.

Ia berharap doa bersama yang dipanjatkan dapat menjadi ikhtiar agar amal ibadah dan pengabdian Almarhum Kemas H. Abdul Halim Ali serta Almarhumah Nyimas Hj. Aminah diterima oleh Allah SWT serta diampuni segala dosa-dosanya.

“Melalui kegiatan doa bersama ini, marilah kita memanjatkan doa terbaik agar almarhum dan almarhumah mendapatkan rahmat, maghfirah, dan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” katanya.

Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan dapat tetap tabah serta mampu melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan oleh keduanya.

Dalam tausiyahnya, Habib Rizieq Shihab menyampaikan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan memiliki kedekatan dengan para habaib sehingga sangat dicintai.

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad menyampaikan bahwa salah satu cara melihat kebaikan seseorang adalah dengan melihat bagaimana masyarakat mengenangnya setelah ia wafat.

“Kalau mau melihat orang baik, lihat dia setelah meninggal,” ujarnya.

Menurutnya, banyaknya masyarakat yang hadir dalam acara doa bersama tersebut menjadi tanda kecintaan dan penghormatan kepada almarhum.

“Tanda kaidah ini, orang lebih ramai berkumpul menunjukkan Abdul Halim adalah orang baik,” katanya.(Din/bs)