Jakarta, bisnissumsel.com –
Kolesterol adalah zat menyerupai lilin dan lemak yang ditemukan di seluruh sel tubuh. Sering kali, kolesterol mendapat citra buruk karena dianggap sebagai penyebab utama berbagai penyakit jantung.
Padahal, tidak semua kolesterol berdampak negatif bagi tubuh. Ada dua jenis kolesterol dengan peran yang berbeda, yaitu HDL (High Density Lipoprotein) dan LDL (Low Density Lipoprotein).
Perbedaan HDL dan LDL
Dikutip dari laman Heart, berikut perbedaan HDL dan LDL dan dampaknya bagi tubuh:
1. Kolesterol HDL
Kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena kadar yang sehat dapat membantu melindungi tubuh dari serangan jantung dan stroke. HDL berfungsi membawa kolesterol LDL menjauh dari arteri dan mengangkutnya kembali ke hati, tempat kolesterol tersebut dipecah dan dikeluarkan dari tubuh. Namun, HDL tidak menghilangkan seluruh kolesterol LDL. Hanya sebagian kecil kolesterol dalam darah yang diangkut oleh HDL.
2. Kolesterol LDL
Kolesterol LDL dianggap sebagai kolesterol jahat karena berkontribusi terhadap penumpukan lemak di arteri (aterosklerosis). Kondisi ini dapat mempersempit arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, serta penyakit arteri perifer.
“Partikel LDL itu seperti truk pengiriman. Jika jumlahnya terlalu banyak, truk-truk tersebut bisa menabrak dan menumpahkan isinya ke mana-mana. Partikel HDL adalah tim pembersih yang membawa pergi kekacauan dan membersihkan jalan,” kata dokter spesialis jantung Abhayjit Singh, MD, dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Cara Memeriksa Kolesterol
Tes darah merupakan cara untuk memeriksa kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol tinggi jarang menimbulkan gejala sehingga pemeriksaan rutin penting untuk mengetahui kadarnya.
Dikutip dari laman National Health Service (NHS), biasanya sampel darah akan diambil dari lengan menggunakan jarum. Selanjutnya, sampel tersebut dikirim ke laboratorium untuk memeriksa kadar kolesterol.
Kadar Normal Kolesterol
Dikutip dari laman MedlinePlus, berikut kadar normal kolesterol total, LDL, dan HDL dalam darah:
1. Pria dan Wanita Berusia 19 Tahun atau Lebih Muda
Kolesterol total: kurang dari 170 mg/dL
LDL: kurang dari 110 mg/dL
HDL: lebih dari 45 mg/dL
2. Pria Berusia 20 Tahun ke Atas
Kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL
LDL: kurang dari 100 mg/dL
HDL: kadar 60 mg/dL atau lebih dianggap terbaik. Kadar kurang dari 40 mg/dL tergolong rendah.
3. Wanita Berusia 20 Tahun ke Atas
Kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL
LDL: kurang dari 100 mg/dL
HDL: kadar 60 mg/dL atau lebih dianggap terbaik. Kadar kurang dari 50 mg/dL tergolong rendah.
Selain HDL dan LDL, ada trigliserida yang juga diperiksa dalam tes kolesterol. Trigliserida merupakan jenis lemak yang paling umum di dalam tubuh dan berfungsi menyimpan kelebihan energi dari makanan yang dikonsumsi. Kadar trigliserida normal adalah kurang dari 150 mg/dL.
Kadar trigliserida yang tinggi, dikombinasikan dengan kolesterol LDL yang tinggi dan HDL yang rendah, dikaitkan dengan penumpukan lemak di arteri. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Faktor yang Memengaruhi Tingginya Kolesterol LDL
Kadar kolesterol tinggi kini tidak hanya dialami oleh kelompok usia lanjut, tetapi juga anak muda. Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, mengatakan bahwa pergeseran gaya hidup modern menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan kasus kolesterol tinggi.
Gaya hidup tersebut membuat seseorang cenderung mengonsumsi makanan yang kurang sehat dan jarang berolahraga karena padatnya aktivitas sehari-hari.
“Pemicu kolesterol tinggi itu banyak. Bisa karena faktor genetik atau keturunan, kegemukan, pola makan yang tidak baik, hingga kurang olahraga,” kata dr. Aru saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.
Beberapa jenis makanan, seperti junk food, jeroan, dan daging merah, dapat memicu peningkatan kadar kolesterol. Karena itu, jika ingin mengonsumsi makanan tersebut, sebaiknya perhatikan porsinya agar tidak berlebihan.
(elk/tgm/detik)
















