Jakarta, bisnissumsel.com –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur menyisakan satu titik di kawasan Gunung Semeru. Kebakaran di kawasan Gunung Semeru telah menghanguskan 598 hektare (ha) lahan dan vegetasi alami.
“Perkembangan hingga siang ini, yang masih terjadi karhutla di Semeru. (Yang) di Ponorogo, kemudian Gunung Arjuno-Welirang, dan Gunung Wilis sudah padam,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, dilansir detikJatim, Rabu (2/9/2026).
Gatot membeberkan, berdasarkan aplikasi Sipong, saat ini ada 91 titik spot panas yang ada di Jawa Timur. Namun titik-titik itu belum tentu terjadi Karhutla.
“Berdasarkan aplikasi Sipong, satelit yang memantau titik panas di Jawa Timur hari ini ada 91. Tetapi titik panas itu belum tentu kebakaran lahan, bisa saja dari pabrik, panasnya pembakaran lahan habis panen. Pengolahan sampah itu (juga) jadi sumber panas,” katanya.
Gatot menyebutkan karhutla Semeru sangat sulit dipadamkan melalui jalur darat. Sebab, jalur menuju titik api curam dan tidak bisa diakses tanpa helikopter.
“Semeru itu jauh dari jalan titiknya, ini titiknya di tebingnya sangat curam. Alhamdulillah hari ini kita sudah meminta ke BNPB untuk helikopter yang sebelumnya standby di Jatim dan sempat geser ke Lampung untuk pemadaman Sumatera sehingga besok pagi bisa di-standby-kan di Bandara Abd Saleh dan melakukan water bombing di Semeru,” bebernya.
(yld/whn/detik)














