Kemenkes Imbau Bike to Work-Jalan Kaki 7.500 Langkah per Hari di Tengah Krisis Energi

1
Foto: detikcom/Dikhy Sasra

Jakarta, bisnissumsel.com –

Pemerintah mulai menerapkan work from home satu hari dalam seminggu demi menghemat energi di tengah krisis BBM imbas konflik Iran, AS, hingga Israel. Kementerian Kesehatan RI menilai situasi ini sebetulnya bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk beralih ke gaya hidup lebih sehat sekaligus ramah lingkungan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman menyoroti salah satunya perubahan kebiasaan dari cara bertransportasi.

“Mungkin ini bisa menjadi momentum bagi kita semua untuk menyalurkan ke arah perilaku hidup sehat,” beber Aji saat dihubungi detikcom Kamis (2/4/2026).

“Penggunaan transportasi umum selain mengurangi kemacetan dan polusi, juga membuat kita lebih banyak bergerak. Berjalan kaki, naik tangga, bisa dengan target juga minimal 7.500 langkah per hari,” jelasnya.

Aji menambahkan, peningkatan aktivitas fisik dari kebiasaan tersebut dapat membantu masyarakat menjaga kebugaran tanpa harus menyediakan waktu khusus berolahraga.

Di sisi lain, ia juga mendorong masyarakat yang telah terbiasa menggunakan sepeda sebagai moda transportasi harian untuk terus mempertahankan kebiasaan tersebut, bahkan mengajak lebih banyak orang mengikuti kebiasaan yang sama.

“Yang terbiasa bike to work bisa juga ajak komunitasnya lebih menggiatkan lagi kebiasaan baik ke kantor dengan bersepeda,” katanya.

Upaya penghematan energi juga bisa dimulai dari hal kecil di lingkungan kerja. Aji menyarankan agar masyarakat membiasakan diri menggunakan tangga untuk jarak dekat dibandingkan lift, sebagai bagian dari efisiensi energi sekaligus aktivitas fisik.

“Di kantor juga jika hanya 2-3 lantai bisa gunakan tangga saja ketimbang pakai lift,” tambahnya.

Lebih lanjut, Aji menekankan bahwa kombinasi antara penghematan energi dan peningkatan aktivitas fisik akan memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.

“Jadi bukan hanya terhindar dari penyakit kronis, tapi untuk jangka panjang juga bisa lebih sehat dengan lebih rajin aktivitas fisik dan udara yang kurang polusinya,” pungkasnya.

Dengan demikian, momentum krisis BBM tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang bagi masyarakat untuk bertransformasi menuju gaya hidup yang lebih sehat, hemat energi, dan berkelanjutan.

(naf/up/detik)