Kemenkes RI: Kelamaan Pakai Earphone Bisa Merusak Pendengaran, Begini Mencegahnya

3
Ilustrasi (Foto: Getty Images/sasirin pamai)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Kementerian Kesehatan RI mengingatkan agar tidak menggunakan earphone atau headphone terlalu lama karena berisiko menyebabkan gangguan pendengaran hingga tuli.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan penggunaan earphone termasuk paparan bising, terutama jika volumenya terlalu keras.

Ia menuturkan, banyak orang cenderung menaikkan volume suara saat menggunakan earphone, misalnya karena kotoran telinga membuat suara terdengar kurang jelas.

Kebiasaan ini membuat telinga terus beradaptasi terhadap suara keras, yang dalam jangka panjang berpotensi merusak fungsi pendengaran dalam jangka panjang.

“Biasanya gini kalau kita punya kotoran telinga kita taruh earphone kan gak kedengeran akibatnya kita gedein kan suaranya, nah itu yang bikin kemudian karena nanti telinga kita akan adjust kenapa kemudian kalau pakai earphone bisa lama-lama jadi tuli gitu ya kan,” ucapnya dalam media briefing ‘Hari Pendengaran Sedunia’, Senin (2/3/2026).

“Nah itu makanya kemudian kita punya kampanye untuk safe listening atau mendengarkan yang sehat,” lanjutnya lagi.

Karena itu, penting menerapkan konsep safe listening atau mendengarkan secara sehat. Salah satu cara yang dianjurkan adalah menerapkan aturan 60-60, yakni menggunakan earphone dengan volume maksimal 60 persen dari kapasitas suara dan membatasi durasi pemakaian maksimal 60 menit, lalu memberi waktu istirahat pada telinga sebelum digunakan kembali.

Menurut dr Nadia, penggunaan earphone kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda perkotaan. Banyak orang memakai earphone hampir sepanjang aktivitas, mulai dari menunggu transportasi umum, bekerja, berolahraga, hingga menjelang tidur. Bahkan, tidak sedikit yang tertidur dengan earphone masih terpasang hingga pagi hari.

Kebiasaan tersebut dinilai tidak memberi waktu istirahat yang cukup bagi telinga, apalagi jika digunakan untuk mendengarkan musik atau audio dalam durasi panjang.

“Nah bisa bayangin ada istirahatnya gak? Ya nggak apa-apa sih kalau earphone-nya dipakai doang gitu ya tapi kalau earphone-nya kemudian kita tahu banyak mendengarkan mungkin atau lainnya jadi kemudian itu akan mengganggu apalagi kalau mau tidur,” sambungnya.

“Sekarang saya lihat bukan cuma generasi sekarang, anak-anak saya juga kalau mau tidur apa? Pakai earphone, ngapain buat pengantar tidur gitu. Nanti sampai tidur baru bangun, bahkan earphone-nya masih sampai pagi gitu ya,” lanjutnya lagi.

Ia juga menyoroti penggunaan earphone berlebihan tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak usia sekolah.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan telinga melalui pemeriksaan rutin, termasuk memastikan tidak ada penumpukan kotoran telinga (serumen) atau infeksi, serta memperbaiki gaya hidup agar penggunaan earphone lebih bijak dan seimbang dengan aktivitas sehari-hari.

(suc/up/detik)