Kondisi Tulang Bisa Berkaitan dengan Penurunan Fungsi Otak, Ini Temuan Studi

Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/saifulasmee chede)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Kesehatan tulang dan otak bisa memburuk seiring bertambahnya usia. Namun, para peneliti di Johns Hopkins ingin mengetahui apakah kondisi salah satunya dapat memberikan petunjuk tentang seberapa cepat kondisi yang lain mengalami penurunan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada September 2026 dalam jurnal radiology, para peneliti menemukan bahwa CT Scan (computed tomography) dada yang dilakukan untuk keperluan lain ternyata dapat memberikan petunjuk mengenai kepadatan tulang dan kaitannya dengan penurunan materi putih atau white matter serta kemampuan kognitif seseorang di kemudian hari.

Dikutip dari laman NY Post, materi putih terdiri dari jutaan serabut saraf yang berfungsi seperti kabel untuk mengirimkan pesan listrik antara berbagai wilayah di otak. Secara alami, materi putih bisa mengalami kerusakan seiring bertambahnya usia. Kondisi ini berkaitan dengan demensia vaskular, penyakit Alzheimer, dan penyakit pembuluh darah kecil di otak yang bisa memicu stroke.

Para peneliti mengamati orang-orang yang menjalani CT Scan tanpa kontras pada dada, MRI otak multimodal, dan pengujian kognitif. Mereka menemukan bahwa kepadatan tulang yang lebih rendah berkaitan dengan penurunan integritas materi putih, peningkatan white matter hyperintensities, dan penurunan fungsi kognitif yang lebih cepat.

Pertama, peneliti melihat data dari MRI tersebut. Mereka menemukan bahwa semakin rendah kepadatan tulang di tulang belakang, semakin rendah pula integritas serat materi putih, khususnya di salah satu area yang berperan dalam fungsi kognitif dan eksekutif, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan pengaturan emosi.

Kedua, mereka menemukan bahwa kepadatan tulang yang lebih rendah berkaitan dengan peningkatan white matter hyperintensities yang lebih cepat. Kondisi ini merupakan area materi putih yang mengalami kerusakan atau kelainan dan tampak sebagai bercak terang pada hasil MRI.

Kelainan tersebut semakin sering ditemukan seiring bertambahnya usia. Kondisi ini juga berkaitan dengan kerusakan pembuluh darah kecil di otak, penurunan fungsi kognitif, serta peningkatan risiko demensia.

Temuan terakhir berasal dari hasil tes kognitif. Orang dengan kepadatan tulang yang lebih rendah mengalami penurunan kemampuan kognitif lebih cepat. Penilaian tersebut mencakup beberapa aspek, seperti daya ingat, perhatian, dan kecepatan dalam memproses informasi.

Salah satu kemungkinan penting yang muncul dari penelitian ini adalah pemeriksaan yang sudah dijalani pasien untuk keperluan lain di masa depan dapat membantu mengidentifikasi orang yang berisiko mengalami penuaan otak lebih cepat.

“CT dada dilakukan untuk skrining kanker paru-paru, penilaian kalsium, tindak lanjut nodul, dan banyak indikasi lainnya,” kata penulis Dr Sara Momtazmanesh.

“Pemindaian ini dapat memberikan pengukuran kepadatan tulang secara oportunistik dari tulang belakang toraks yang terkait dengan penurunan fungsi kognitif,” tambahnya.

Kendati demikian, penulis menjelaskan bahwa kepadatan tulang yang rendah tidak menyebabkan penurunan kognitif. Kepadatan tulang yang rendah bisa menjadi penanda penuaan biologis yang lebih luas, karena ada kemungkinan proses mendasar yang sama memengaruhi kesehatan tulang dan otak.

(elk/dpy/detik)