Langit Israel Mendadak Gelap Dipenuhi Gagak, Picu Konspirasi Azab

2
Foto: Screenshot

Jakarta, bisnissumsel.com –

Fenomena tak biasa terjadi di Tel Aviv, Israel. Langit kota tersebut mendadak tampak gelap pada Selasa (24/3) waktu setempat, saat ribuan burung gagak beterbangan dan berputar di udara dalam jumlah besar.

Peristiwa ini viral di media sosial karena terlihat seperti ‘awan hidup’ yang bergerak. Kejadian ini juga memicu kekhawatiran hingga berbagai spekulasi netizen, termasuk konspirasi terkait datangnya azab.

Mengutip laporan Daily Mail, video yang beredar menunjukkan kawanan burung membentuk pola melingkar di atas Tel Aviv, bahkan menutupi sebagian langit. Fenomena tersebut langsung memicu reaksi publik.

Banyak yang mengaitkannya dengan pertanda buruk, sementara lainnya menganggapnya sebagai kejadian aneh yang jarang terjadi. Beberapa komentar di media sosial bahkan menyebut kejadian ini menyeramkan karena langit tampak suram akibat jumlah burung yang sangat banyak.

Penjelasan Ilmiah: Perilaku Alami Burung

Meski terlihat mengkhawatirkan, para ahli menegaskan bahwa fenomena ini sebenarnya merupakan perilaku alami burung, yang dikenal sebagai murmuration. Dalam kondisi tertentu, burung-burung akan berkumpul dalam jumlah besar dan terbang berputar untuk beberapa tujuan, seperti menghindari predator, mencari tempat bertengger, atau merespons perubahan lingkungan.

Dalam laporan tersebut, para ornitolog atau ahli burung menjelaskan bahwa fenomena ini bukan sesuatu yang berbahaya. Ini adalah perilaku alami burung yang terjadi ketika mereka berkumpul dalam jumlah besar untuk perlindungan dan koordinasi.

“Burung-burung tersebut merupakan bagian dari jalur migrasi musiman. Sekitar 500 juta burung melewati Israel setiap tahun selama migrasi musim semi,” kata para ilmuwan.

Para ilmuwan mengatakan gagak berkerudung sering berkumpul di kota-kota selama musim bersarang. Gagak sangat umum di Israel, terutama spesies hooded crow. Pergerakan gagak dalam jumlah besar biasanya terjadi sekitar bulan Maret karena perilaku musiman.

Fenomena seperti ini juga bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk perubahan cuaca, gangguan habitat, atau peningkatan populasi burung di suatu wilayah. Di wilayah perkotaan seperti Tel Aviv, lampu kota dan sumber makanan juga dapat menarik burung untuk berkumpul dalam jumlah besar.

Terlepas dari penjelasan ilmiah, banyak pengguna media sosial masih percaya bahwa itu adalah pertanda buruk. Sejumlah pengguna di X menghubungkan peristiwa itu dengan nubuat agama dari Kitab Wahyu.

Mereka secara khusus menyebutkan Wahyu 19:17, yang berbicara tentang burung-burung yang berkumpul karena peristiwa besar. Kawanan besar itu menciptakan awan gelap yang bergerak di atas cakrawala kota, membuat penduduk terkejut.

Netizen lain ada juga yang mengatakan itu adalah pertanda terburuk bagi peradaban, dan mengklaim bahwa orang Romawi kuno menganggap serius pertanda burung dan bahkan keharusan menghentikan peperangan segera. Hal ini terutama dikaitkan dengan situasi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah di tengah konflik Amerika Serikat-Israel vs Iran, dan masih berlangsungnya genosida yang dilakukan Israel pada penduduk Gaza, Palestina.

(rns/detik)