Jakarta, bisnissumsel.com –
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan pesan kepada siswa menyambut masa libur Lebaran dan mudik 2026. Ia mengingatkan, masa pulang kampung bukan sekadar libur panjang, tapi juga momen untuk belajar berbagai nilai.
“Sebenarnya kan kita tidak menggunakan istilah libur ya, tapi pembelajaran di luar sekolah,” ujar Mu’ti kepada wartawan di Gedung A Kemendikdasmen, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/3/2026).
Mendikdasmen Turut Lakukan Mudik
Mu’ti juga mengatakan dirinya akan mudik ke kampung halamanannya di Kudus, Jawa Tengah. Ia akan mudik dengan jalur darat.
“Saya mudik. Saya pakai perjalanan darat, naik mobil pribadi,” ungkapnya.
Layaknya pemudik lain, Mu’ti juga memiliki sesuatu yang diharapkan saat tiba di kampung. Ia ingin kumpul keluarga dan memakan masakan ibu.
Mu’ti menyebut ‘Sayur Bening’ racikan sang bunda adalah menu yang paling ia rindukan dan sulit ditemukan di Jakarta.
“Kalau di ibu itu kan kalau masak selalu sayur bening ya. Itu dari dulu paling suka, kemudian ikan, tahu, tempe, sama sambal. Agak susah nyari itu di Jakarta. Dan yang bikin enak lagi adalah dimasaknya dengan penuh cinta,” ungkapnya.
Makna Lebaran: Refreshing hingga Recreation
Mu’ti mengajak siswa untuk memaknai Lebaran sebagai momentum untuk 3R alias refreshing, reunion, dan recreation. Refreshing berarti penyegaran spiritual dan relasi sosial.
Sementara reunion adalah bertemu lagi dengan teman lama dan kerabat. Siswa dapat lebih mengenal kawan-kawan asal kampung halaman ibu bapaknya.
“Ketemu teman-teman sekolah, teman-teman lama yang sebagian teman saya sudah banyaknya jadi nenek-nenek, jadi kakek-kakek,” kelakarnya.
Lalu recreation adalah menghasilkan ide dan gagasan baru. Menurutnya, Lebaran harus dinikmati dengan senang hati.
“Menjadikan momentum mudik sebagai bagian dari mendapatkan inspirasi untuk memperbaiki diri dan kinerja sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa negara,” tegasnya.
Mu’ti mengingatkan siswa untuk mengurangi bermain handphone selama libur Lebaran. Ia mengajak orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya.
“Jangan menghabiskan waktu bermain gawai. Perhatikan screen time. Jangan terlalu banyak terpapar oleh screen, karena itu tidak sehat untuk mata dan pikiran kita kalau mengakses informasi yang tidak berguna,” pesan Mu’ti.
Menurutnya siswa lebih baik bersilaturahmi secara fisik ke rumah saudara, teman atau tetangga. Mu’ti juga meminta siswa supaya menikmati refreshing dahulu sebelum agenda akademik kembali muncul.
“Gunakan untuk yang ringan-ringan aja lah, jangan terlalu tegang. Yang penting siapkan mental, kemampuan akademik, dan tetap gembira. Yakin mampu melaksanakan dengan semangat,” katanya.
(cyu/nwk/detik)













