Ngebor Minyak & Gas di Lepas Pantai, India Siapkan Rp 158 Triliun

Ilustrasi.Foto: Shutterstock/James Jones Jr

Jakarta, bisnissumsel.com –

Pemerintah India menggelontorkan US$ 8,8 miliar atau sekitar Rp 158,65 triliun (asumsi kurs Rp 18.029/US$) untuk eksplorasi minyak dan gas (migas) lepas pantai. Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan terhadap impor energi.

Dikutip dari CNA, India tercatat sebagai importir minyak terbesar ketiga di dunia. Sementara untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG), negara tersebut tercatat sebagai importir terbesar kedua dunia.

Posisi tersebut berdampak buruk pada ketahanan energi India, terlebih saat menghadapi gangguan besar akibat pembatasan di Selat Hormuz yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dalam upaya memitigasi dampak tersebut, New Delhi telah memperluas jaringan pemasok minyak mentah ke 41 negara, termasuk Venezuela, Rusia, dan beberapa negara di Afrika.

Rencana eksplorasi ambisius ini diumumkan pada Jumat (31/7) atas persetujuan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Eksplorasi ini akan dilakukan di wilayah lepas pantai di bawah yurisdiksi India, yang diproyeksikan menyimpan cadangan minyak dan gas.

“Jika eksplorasi dilakukan dengan benar, India dapat mencapai produksi yang substansial,” kata Menteri Informasi dan Penyiaran India, Ashwini Vaishnaw, dikutip dari CNA, Sabtu (1/8/2026)

Sebelmnya, Narendra Modi sempat menyebut misi eksplorasi lepas pantai dalam pidato di Hari Kemerdekaan India pada Agustus tahun lalu. Kemudian Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri, menyebut krisis energi beberapa waktu terakhir mendorong pemerintah untuk memperluas pasokan domestiknya.

Kemudian secara terpisah, pmerintah India berencana untuk memperluas pembangkit energi terbarukan, dengan menargetkan kapasitas tenaga surya sebesar 102 gigawatt selama lima tahun ke depan melalui instalasi fotovoltaik di waduk, kanal, dan badan air industri.

Kapasitas energi surya terpasang di India saat ini mencapai sekitar 162 gigawatt, termasuk yang tertinggi di dunia. Adapun permintaan energi di India diperkirakan akan meningkat pesat meskipun pemerintah berupaya mencapai netralitas karbon pada tahun 2070.

“Program ini bertujuan untuk mencegah emisi CO2 sebesar 10 juta ton,” kata Vaishnaw.

(ahi/hns/detik)