Para Menteri Sudah Sepakati 1 Hari WFH Tiap Pekan, Kapan?

2
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian. Foto: Kemendagri

Balikpapan, bisnissumsel.com –

Wacana pemerintah memberlakuan work from home (WFH) per minggu dalam upaya penghematan BBM sudah dibahas para menteri Kabinet Merah Putih. Disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, sejumlah menko dan menteri teknis telah menyepakati hari WFH.

Tito menyebut pemberlakuan hari WFH itu tinggal menunggu laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dan diumumkan secara resmi ke masyarakat. Tito menyebut kesepakatan itu diambil dalam rapat yang melibatkan Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.

“Udah rapat kemarin, rapat hampir 3 atau 4 jam. Ya, tapi kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan, ya saya nggak tahu siapa, (rapat) di Istana. Apakah Pak Menko PMK, apakah Menko Ekonomi, ataukah nanti oleh Pak Mensesneg (yang mengumumkan). Jadi, kita hanya memberikan masukan-masukan saja, tapi saya nggak berwenang untuk menyampaikan ke publik,” kata Tito dikutip dari detikNews, Rabu (25/3/2026).

Rapat itu membahas kajian langkah-langkah pemerintah menghadapi potensi krisis buntut konflik Timur Tengah. Tito enggan membocorkan hari yang telah disepakati tersebut. Sebab, hasil rapat itu masih harus dilaporkan dahulu kepada Presiden.

“Saya nggak mau menyebutkan, itu kemarin pun sebenarnya sudah ada hampir mengarah kepada mayoritas setuju di satu hari, yang sama, tapi saya nggak nyampaikan sekali lagi karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke Bapak Presiden,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tito menegaskan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tak ada masalah dengan wacana pemberlakuan WFH satu hari per pekan tersebut. Dia mengungkit skema itu pernah dilakukan semasa wabah COVID.

“Nggak masalah kalau saya. Saya yakin nggak akan masalah, karena ini bukan pengalaman pertama ini. Ini pada waktu jaman COVID itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25%. Kemendagri itu 25%, WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, kita punya pengalaman,” katanya.

(aau/aau/detik)