Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi

2

Plaju, bisnissumsel.com –

Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju terus mendorong penguatan inovasi berbasis lingkungan secara berkelanjutan melalui pengembangan produk pengharum ruangan Ankubas Scents, hasil olahan tumbuhan eceng gondok yang selama ini menjadi tantangan di perairan Sumatera Selatan.

Melalui program Eceng Gondok Research and Creative Center (ERCC) yang telah berjalan sejak 2023, inisiatif ini tidak hanya menghadirkan produk inovatif ke pasar, tetapi juga memperkuat solusi berkelanjutan yang melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga distribusi. ERCC merupakan program yang dijalankan oleh Anak-Anak Kreatif Untuk Bangsa (Ankubas) dari Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju.

Inisiatif ini berangkat dari kondisi perairan di Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang, yang menghadapi pertumbuhan pesat eceng gondok. Melalui program ERCC, dihadirkan pendekatan berbasis riset dan inovasi untuk mengolah biomassa batang eceng gondok menjadi produk pengharum ruangan berbentuk air freshener block dengan merek Ankubas Scents. Produk ini telah melalui serangkaian proses pengujian guna memastikan kualitas, daya guna, serta kesiapan untuk bersaing di pasar.

Untuk menjawab preferensi pasar yang semakin beragam, produk ini dikembangkan dalam berbagai varian aroma, mulai dari Lemon, Lavender, Berry, Coffee, Strawberry, hingga Vanilla. Dalam pemasarannya, produk ini telah menjangkau sejumlah mitra carwash di Palembang sebagai distribusi offline, serta dipasarkan secara digital melalui Shopee “Ankubas Kreatif Bersama” dan Instagram @ankubas.scents.

Hingga tahun 2025, omzet penjualan Ankubas Scents telah mencapai Rp110 juta dengan jangkauan pasar meliputi Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Lahat.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Kilang Plaju memberikan dukungan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan fasilitas produksi, standarisasi kualitas produk, serta pendampingan berkelanjutan guna memastikan keberlangsungan usaha. Melalui upaya tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan dalam mengelola usaha secara mandiri sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan pendapatan secara berkesinambungan.

Selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), program ERCC menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan dapat berkembang melampaui pendekatan filantropi. Risiko lingkungan dapat ditekan, kapasitas sosial masyarakat diperkuat, dan peluang ekonomi baru diciptakan secara simultan. Pendekatan ini menjadikan ERCC sebagai model yang berpotensi direplikasi dalam upaya pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat.

Atas inovasi dan dampak yang dihasilkan, program ERCC telah memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya Penghargaan Wali Kota Palembang dalam Kompetisi Inovasi Kota Palembang 2023, Penghargaan Kalpataru dari Gubernur Sumatera Selatan tahun 2025 dalam kategori Penyelamat Lingkungan, serta Indonesia Green Award 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa program tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju, Siti Fauzia, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen Kilang Pertamina Plaju dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program berkelanjutan. “Melalui berbagai program yang kami jalankan, kami berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab tantangan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pendekatan ini kami dorong agar dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, Kilang Pertamina Plaju menghadirkan ERCC sebagai wujud upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Ke depan, inisiatif ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat sehingga dampaknya semakin luas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.(Fer/bs)