Polda Metro Siagakan 3.983 Personel Kawal Demo Mahasiswa di DPR

Foto: Ilustrasi pengamanan demo (Gilang Faturahman/detikfoto)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Sejumlah kelompok mahasiswa akan melakukan unjuk rasa di kawasan DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat hari ini. Polda Metro Jaya menurunkan personel untuk memberikan pengamanan dan pelayanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan 3.983 personel gabungan disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut, terdiri atas 3.219 personel Polri, 255 personel TNI, 109 personel Pemda DKI Jakarta, serta 400 personel pengamanan dalam. Personel ditempatkan menyesuaikan karakter, lokasi, dan kebutuhan masing-masing kegiatan.

“Pelayanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan tertib, sekaligus menjaga aktivitas warga lainnya tetap berjalan,” kata Budi Hermanto dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Polda Metro Jaya mencatat hari ini ada 47 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang akan berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya. Salah satu titik konsentrasi massa adalah di depan Gedung DPR.

Budi Hermanto mengatakan pelayanan kepolisian dilakukan dengan mengedepankan komunikasi serta pendekatan persuasif dan humanis. Personel juga diarahkan tetap profesional, prosedural, proporsional, dan terukur dengan mengutamakan keselamatan seluruh pihak.

Selain di lokasi penyampaian aspirasi, personel disiapkan pada jalur pergerakan peserta, kawasan strategis, serta titik-titik pengaturan lalu lintas. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan kondisi arus kendaraan dan perkembangan kegiatan di lapangan.

Masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi kegiatan diimbau merencanakan perjalanan lebih awal, mempertimbangkan jalur alternatif apabila terjadi kepadatan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Silakan sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Polri hadir sebagai penjaga demokrasi, melayani masyarakat yang menyampaikan pendapat sekaligus menjaga hak masyarakat lainnya untuk tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya.

(mea/yld/detik)