Presiden Lebanon Tegaskan Tak Akan Lepas Seinci Wilayah ke Israel

Presiden Lebanon Joseph Aoun. (Foto: AFP/ANWAR AMRO)

Denpasar, bisnissumsel.com –

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menegaskan negaranya tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah kepada Israel. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas sikap Israel yang menolak menarik pasukannya dari wilayah yang mereka sebut sebagai “zona keamanan” di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza.

Dilansir dari detikNews, Jumat (3/7/2026), Aoun mengatakan pemerintah Lebanon tetap berkomitmen memperjuangkan penarikan pasukan Israel melalui jalur diplomatik.

“Kami tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah Lebanon,” tegas Aoun.

Menurut Aoun, Beirut memutuskan terlibat dalam pembicaraan dengan Israel demi memastikan pasukan Israel angkat kaki dari wilayah Lebanon. Ia pun membantah anggapan bahwa negosiasi tersebut merupakan bentuk pengkhianatan.

“Negosiasi dengan Israel bukanlah pengkhianatan, melainkan sebuah perang diplomatik tanpa pertumpahan darah yang sia-sia,” kata Aoun.

Pekan lalu, Lebanon menandatangani perjanjian kerangka kerja yang didukung Amerika Serikat (AS) dengan Israel. Kesepakatan itu bertujuan mewujudkan perdamaian antara kedua negara, tetapi memicu protes besar dari Hizbullah yang didukung Iran.

Perjanjian tersebut memproyeksikan tentara Lebanon secara bertahap mengambil alih otoritas di Lebanon selatan, seiring dengan pelucutan senjata Hizbullah dan penarikan pasukan Israel. Namun, kesepakatan itu belum menetapkan tenggat waktu penarikan pasukan Israel.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan yang dibentuk di Lebanon, Suriah, dan Gaza hingga waktu yang belum ditentukan.

“IDF akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza sampai pemberitahuan lebih lanjut, untuk melindungi penduduk dan komunitas Israel dari teroris jihadis,” kata Israel Katz, menurut kementerian pertahanan, dilansir AFP, Rabu (1/7).

“Kami tidak akan mundur dari zona keamanan,” kata Katz dalam acara untuk mengenang tentara Israel yang tewas pada perang Lebanon 2006.

Perang terbaru pecah pada 2 Maret setelah Hizbullah meluncurkan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan seorang pemimpin tinggi Iran. Israel kemudian membalas dengan serangan udara dan invasi darat yang disebut telah menewaskan lebih dari 4.200 orang di Lebanon.

(dpw/dpw/detik)