Jakarta, bisnissumsel.com –
Tubuh manusia dewasa memiliki sekitar 360 sendi. Dalam Islam, setiap persendian itu wajib disedekahi.
Menurut hadits yang terdapat dalam Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, sedekah untuk persendian bisa dilakukan dengan zikir tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, serta beramar makruf nahi munkar. Menariknya, semua itu bisa dicukupi dengan dua rakaat sholat Dhuha.
Dari Abu Dzar RA, Rasulullah SAW bersabda:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْي عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya: “Pada waktu pagi setiap persendian masing-masing dari kalian harus disedekahi. Setiap satu tasbih adalah sedekah, setiap satu tahmid adalah sedekah, setiap satu tahlil adalah sedekah, setiap satu takbir adalah sedekah, amar makruf adalah sedekah, dan nahi mungkar adalah sedekah. Semuanya itu tercukupi dengan dua rakaat sholat Dhuha yang dikerjakannya.” (HR Muslim, shahih)
Menurut penjelasan dalam Syarah Riyadhus Shalihin, hadits tersebut menjelaskan tentang keutamaan tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan memerintahkan kebaikan serta mencegah kemungkaran. Semua itu merupakan sedekah bagi tulang-tulang persendian manusia. Pahala semua itu bisa dicukupi dengan sholat Dhuha sebanyak dua rakaat.
Sholat Dhuha menjadi wasiat Rasulullah SAW untuk semua umatnya. Beliau menyampaikan hal ini kepada para sahabat. Abu Hurairah RA berkata:
أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِصِيَامٍ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَي الضُّحَى وَأَنْ أُوَتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ متفق عليه.
Artinya: “Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk selalu puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat Dhuha, dan mengerjakan sholat Witir sebelum aku tidur.” (Muttafaq ‘Alaih)
Para ulama menyatakan hukum sholat Dhuha adalah sunnah. Siapa yang mengerjakannya akan mendapat pahala, tetapi meninggalkannya juga tidak akan berdosa.
Waktu Sholat Dhuha
Dijelaskan dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, waktu pelaksanaan sholat Dhuha dimulai sejak matahari naik kira-kira setinggi tombak dan berakhir sampai menjelang matahari condong ke barat (jelang masuk waktu zuhur). Namun, dianjurkan mengakhirkan sampai matahari agak tinggi dan panas terasa menyengat.
Anjuran tersebut mengacu pada hadits yang diriwayatkan Zaid bin Arqam RA, dia berkata, “Rasulullah SAW pergi ke penduduk Quba di saat mereka mengerjakan sholat Dhuha. Lalu beliau bersabda, ‘Sholat awwabin dikerjakan apabila panasnya tanah menyengat kaki anak unta, di waktu dhuha’.” (HR Ahmad, Muslim, dan At-Tirmidzi)
Tata Cara Sholat Dhuha
Sholat Dhuha bisa dikerjakan minimal dua rakaat. Sebagaimana dikatakan dalam hadits, dua rakaat ini telah mencukupi sedekah untuk seluruh persendian manusia. Tata cara sholat Dhuha seperti sholat pada umumnya, diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam.
- Berniat sholat Dhuha
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca surah Al Fatihah
- Membaca surah pendek dalam Al-Qur’an, dianjurkan Asy-Syams pada rakaat pertama dan Ad-Dhuha pada rakaat kedua. Namun, bisa diganti dengan surah lain seperti Al-Kafirun dan Al-Ikhlas
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangkit dari sujud untuk mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan seperti rakaat pertama (membaca surah Al Fatihah sampai sujud kedua)
- Tasyahud akhir
- Salam
(kri/erd/detik)















