Phu Quoc, bisnissumsel.com –
Destinasi favorit di Vietnam lagi-lagi bikin harga melejit menjelang libur musim panas. Efeknya, hotel-hotel kosong melompong.
Dilansir dari Vietnam Express pada Vietnam Express pada Jumat (12/4), perusahaan perjalanan dan hotel melaporkan rendahnya pemesanan selama libur musim panas.
Harga tiket pesawat yang mahal membuat wisatawan domestik malas datang. Padahal, tiga minggu lagi mereka akan merayakan Hari Reunifikasi (30 April) dan May Day (1 Mei). Di waktu-waktu ini biasanya hotel-hotel sudah dipesan oleh wisatawan.
“Banyak wisatawan yang mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat domestik dan memilih liburan ke luar negeri,” ucap salah satu agen perjalanan.
Menurut survei yang dilakukan oleh situs penjualan tiket online, harga tiket penerbangan dari Hano ke Quy Nhon, Da Nang, Phu Quoc dan Nha Trang selama liburan mendatang telah meningkat sebesar 30-40% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
Thu Thao, pemilik sebuah hotel di jalan Thran Phu di Kota Da Nang, mengalami kesulitan karena 50% kamar belum dipesan. Dia mengatakan bahwa beberapa bulan ini pihaknya telah mengeluarkan uang untuk melatih stafnya dan merenovasi hotel dengan tujuan mendapatkan banyak tamu. Namun kenyataanya, sewa kamar malah makin menurun, bahkan bulan Mei lalu masih sangat rendah.
Tak jauh beda, Dinh Vu, direktur sebuah perusahaan tur di Hanoi, menghabiskan ratusan juta Dong untuk iklan. Namun hanya sedikit yang laku karena mahalnya harga tiket.
“Saat saya menceritakan harga tur ke pelanggan, saya tidak melihat adanya respon dari mereka, artinya mereka menganggap harga itu terlalu mahal dan mereka tidak mau repot-repot mencari tahu,” ucapnya.
Tahun lalu, hal yang serupa terjadi di Pulau Phu Quoc. Saat itu agen tur perjalanan, hotel dan tiket pesawat memasang harga tinggi sehingga turis ogah datang. Bahkan maskapai China ramai-ramai membatalkan penerbangan karena tak ada yang naik pesawat. Sekarang, hal ini terjadi lagi….
(bnl/bnl/detik)















