Jakarta, bisnissumsel.com –
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mengkaji wacana sistem ‘war tiket’ ibadah haji tanpa harus mengantre. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Azhar Prabowo memastikan calon jemaah yang sudah mengantre akan tetap diprioritaskan berangkat ke Tanah Suci.
“Prioritasnya duluan untuk yang sudah ngantre. Yang sudah antre tetap yang pertama dan utama,” kata Dahnil kepada wartawan, Minggu (12/4/2026).
Dahnil mengatakan wacana ini muncul untuk menyelesaikan masalah antrean yang sudah bertahun-tahun. Kemenhaj sangat ingin mengatasi persoalan antrean haji ini.
Ditanya soal potensi adanya permainan orang dalam (ordal) jika sistem ‘war tiket’ ini diberlakukan, Dahnil menyebut pihaknya masih fokus menghabiskan antrean calon jemaah dulu.
“Wacana ini adalah upaya untuk menyelesaikan masalah antrean, artinya fokus untuk habiskan dulu sampai tak ada lagi antrean dan membenahi tata kelola keuangan haji yang ada di BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji)” tutur Dahnil.
“Potensi moral hazard dan praktik manipulasi itu yang pada saat ini terus dibersihkan Kemenhaj,” lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Haji dan Umrah RI Gus Irfan mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari pemikiran progresif di internal Kementerian, termasuk dari Wakil Menteri Haji dan Umrah. Tujuannya adalah mencari solusi agar calon jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Muncul pemikiran apakah perlu antrean yang begitu lama? Apakah tidak perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman sebelum ada BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Sebelum ada BPKH, Insyaallah tidak ada antrean,” ujar Menhaj dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2025 M yang berlangsung di Asrama Haji Grand El Hajj (Asrama Haji Cipondoh), Tangerang, Banten pada Rabu (8/4/2026).
Dalam skema ‘war tiket’ ini, pemerintah nantinya akan mengumumkan biaya haji tahun berjalan dan membuka pendaftaran pada tanggal tertentu. Siapa pun yang siap secara finansial dan fisik bisa langsung mendaftar dan berangkat di tahun yang sama.
(isa/idh/detik)














