Jakarta, bisnissumsel.com –
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku belum mengetahui penyebab pneumonia yang menewaskan seorang petugas laboratorium di pusat penelitian antipes di Siberia, Rusia. Hingga kini, tidak ada kasus penyakit pes yang tercatat dalam peristiwa tersebut.
Dikutip dari Channel News Asia (CNA), Senin (12/10), petugas laboratorium tersebut jatuh sakit dan meninggal dunia pada 2 Oktober 2026 dalam kondisi yang belum diungkapkan secara terperinci.
Kematian tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama di media sosial. Otoritas setempat kemudian melakukan karantina terhadap sekitar 200 orang yang diketahui memiliki kontak dengan korban.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (10/10), WHO menyebut regulator negara Rusia melaporkan bahwa hasil pemeriksaan terhadap korban dan orang-orang yang melakukan kontak dengannya menunjukkan hasil negatif untuk patogen berisiko tinggi yang diperiksa.
Orang-orang yang berkontak dengan korban juga dilaporkan belum menunjukkan gejala penyakit. Selain itu, tidak ditemukan kasus pneumonia berat lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Berdasarkan informasi yang diberikan, WHO belum menemukan bukti adanya penularan yang sedang berlangsung terkait peristiwa ini. Salah satu ketidakpastian utama adalah belum adanya diagnosis yang terkonfirmasi pada petugas laboratorium yang meninggal dunia,” demikian pernyataan WHO.
Otoritas Rusia sebelumnya menyatakan petugas laboratorium tersebut telah menerima vaksinasi yang sesuai. Pemeriksaan juga tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaannya di dalam tubuh korban.
(naf/kna/detik)
















