Plaju, bisnissumsel.com –
Sebagai salah satu kilang tertua di Indonesia yang hingga kini tetap beroperasi dan berperan dalam menjaga ketahanan pasokan energi bagi Sumatera Bagian Selatan maupun nasional, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju terus menempatkan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional. Komitmen tersebut semakin diperkuat selama pelaksanaan Pit Stop Part II 2026 melalui penyelenggaraan Safety Campaign sebagai upaya membangun budaya keselamatan dan mendukung target Zero Accident.
Safety Campaign merupakan bagian dari implementasi Safety Leadership Program (SLP) yang dilaksanakan selama periode Pit Stop. Kegiatan ini melibatkan jajaran manajemen dan pekerja Pertamina yang menyambut para pekerja kontraktor sebelum memasuki area kilang, sekaligus memastikan seluruh aspek keselamatan telah dipenuhi sejak awal aktivitas kerja.
Melalui rangkaian kampanye tersebut, setiap pekerja diajak menerapkan budaya keselamatan melalui empat tahapan utama, yaitu Sapa, Observasi, Dialog, dan Apresiasi. Dimulai dari membangun komunikasi positif, memastikan kelengkapan alat pelindung diri (APD), berdialog mengenai potensi bahaya dan pesan keselamatan, hingga memberikan apresiasi kepada pekerja yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap aspek HSSE.
Safety Campaign juga menjadi sarana untuk menanamkan HSSE Golden Rules, yaitu Patuh, Intervensi, dan Peduli. Seluruh pekerja dan mitra kerja didorong untuk senantiasa patuh terhadap prosedur kerja yang berlaku, berani melakukan intervensi apabila menemukan kondisi atau tindakan yang tidak aman, serta peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun rekan kerja. Penerapan ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan bebas kecelakaan selama pelaksanaan Pit Stop.
Selain menjadi bagian dari pemeriksaan rutin sebelum bekerja, Safety Campaign juga dilaksanakan beriringan dengan proses Daily Check Up (DCU) yang wajib diikuti seluruh tenaga kerja kontraktor. Dengan demikian, kondisi kesehatan pekerja, kelengkapan APD, serta kesiapan bekerja dapat dipastikan sebelum memasuki area operasi selama pelaksanaan Pit Stop.
Executive General Manager RU Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pit Stop tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan sesuai target waktu dan kualitas, tetapi juga dari kemampuan seluruh pekerja yang terlibat menjaga keselamatan kerja tanpa adanya insiden.
“HSSE merupakan nilai yang tidak dapat ditawar dalam setiap aktivitas operasional di Kilang Plaju. Melalui Safety Campaign ini kami ingin memastikan setiap pekerja memulai aktivitas dengan kondisi yang sehat, menggunakan APD sesuai ketentuan, serta memiliki kepedulian untuk saling mengingatkan agar seluruh rangkaian Pit Stop dapat berlangsung dengan aman, andal, dan mencapai target Zero Accident,” ujar Khabibullah.
Melalui Safety Campaign, Kilang Plaju terus mendorong terciptanya budaya keselamatan yang dimulai dari kepemimpinan dan diwujudkan melalui keterlibatan aktif seluruh pekerja. Sejalan dengan semangat Lead by Example, perusahaan optimistis pelaksanaan Pit Stop Part II 2026 dapat berjalan dengan prinsip Safe Execution, On Schedule, Right Quality, sekaligus mendukung keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat.(Ferdi/bs)














