Jakarta, bisnissumsel.com –
Batu ginjal menjadi salah satu gangguan saluran kemih yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika zat-zat seperti kalsium, oksalat, dan asam urat mengendap hingga membentuk kristal di dalam ginjal.
Banyak orang mengira penyebab batu ginjal hanya karena kurang minum air putih. Padahal, pola makan juga berperan besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Ahli gizi terkait ginjal dari Kidney Care UK, dr Katherine Dukic, mengatakan beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko batu ginjal, terutama jika dikonsumsi berlebihan.
1. Makanan Tinggi Garam
Asupan garam berlebih menjadi salah satu faktor utama pembentukan batu ginjal.
“Garam meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urine. Semakin banyak kalsium di urine, semakin tinggi risiko terbentuknya batu ginjal,” jelas Dukic, dikutip dari BBC.
Karena itu, disarankan membatasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, camilan asin, hingga bumbu instan yang umumnya mengandung natrium tinggi.
2. Makanan Tinggi Oksalat
Oksalat merupakan senyawa alami yang terdapat pada sejumlah makanan. Pada sebagian orang, oksalat dapat berikatan dengan kalsium di urine dan membentuk batu ginjal.
Beberapa makanan tinggi oksalat antara lain:
- Bayam
- Bit
- Kacang-kacangan
- Cokelat
- Teh hitam
Meski begitu, bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya. Mengonsumsinya bersama makanan kaya kalsium justru dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat.
3. Protein Hewani Berlebihan
Konsumsi daging merah, ayam, ikan, maupun telur dalam jumlah berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko batu ginjal.
“Protein hewani dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar kalsium dan asam urat dalam urine, sekaligus menurunkan kadar sitrat yang membantu mencegah pembentukan batu,” kata Dukic.
Bagi orang yang sering mengalami batu ginjal, ia menyarankan asupan protein hewani dibatasi sekitar 40-50 gram per hari.
Makanan yang Membantu Mencegah Batu Ginjal
1. Makanan Kaya Kalsium
Meski sebagian besar batu ginjal mengandung kalsium, bukan berarti kalsium harus dihindari.
Sebaliknya, kalsium dari makanan seperti susu, yogurt, keju, atau produk yang diperkaya kalsium justru membantu mengikat oksalat di usus sehingga tidak banyak diserap ke dalam darah dan dibuang melalui urine.
Dukic menyarankan memperoleh kalsium dari makanan, bukan suplemen, kecuali atas anjuran dokter.
2. Buah dan Sayuran
Pola makan yang kaya buah, sayur, dan serat juga dikaitkan dengan risiko batu ginjal yang lebih rendah.
Selain memenuhi anjuran konsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari, Dukic juga menyarankan menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam makanan maupun air minum.
Buah sitrus mengandung sitrat, yaitu senyawa alami yang dapat menghambat pembentukan batu ginjal. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) bahkan menyarankan menambahkan sekitar 60 ml air perasan lemon atau jeruk nipis ke setiap 1 liter air minum.
Pria Lebih Rentan Mengalami Batu Ginjal
Menurut Dukic, pria memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih besar mengalami batu ginjal dibanding perempuan sepanjang hidupnya.
Hal ini diduga dipengaruhi oleh kombinasi faktor gaya hidup dan biologis. Pria umumnya mengonsumsi lebih banyak protein hewani dan garam, serta lebih sering mengalami obesitas dan diabetes pada usia lebih muda.
Selain itu, pria juga cenderung mengeluarkan lebih banyak kalsium dan oksalat melalui urine, sehingga risiko pembentukan batu ginjal menjadi lebih tinggi.
Meski begitu, Dukic menegaskan langkah pencegahan terbaik tetap sama untuk semua orang, yakni menjaga pola makan seimbang dan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari agar urine tetap encer dan risiko batu ginjal berkurang.
(naf/naf/detik)
















