Mitra Binaan PLN UID S2JB Ekspor 66,5 Kg Gaharu Jambi ke Pasar Maroko

25

Jambi, bisnissumsel.com –

Komoditas gaharu asal Provinsi Jambi kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Pada Selasa (10/3), kelompok tani gaharu binaan Blantica Academy berhasil mengekspor produk turunan gaharu berupa agarwood chips (keping gaharu) sebanyak 66,5 kilogram dengan tujuan Maroko.

Ekspor ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar global bagi komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat posisi gaharu Jambi di perdagangan internasional.

Founder Blantica Academy, Deni Febrian, menyampaikan bahwa gaharu merupakan salah satu komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki peluang pasar sangat besar di tingkat global.

“Kelompok tani gaharu Jambi yang kami dampingi saat ini sudah berhasil mengekspor produk turunan gaharu berupa agarwood chips ke beberapa negara seperti Maroko, Korea Selatan, Arab Saudi, dan India. Namun sebenarnya potensi gaharu jauh lebih besar, karena masih banyak produk turunannya yang memiliki nilai tambah tinggi seperti minyak gaharu (agarwood oil), bukhur, parfum, hingga berbagai produk aromaterapi,” ujar Deni.

Menurutnya, penguatan kapasitas petani serta pendampingan ekspor menjadi kunci agar komoditas lokal dapat naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.

Sebelum proses pengiriman dilakukan, produk gaharu tersebut terlebih dahulu melalui tahapan pemeriksaan dan pendampingan ekspor oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi. Proses ini merupakan prosedur penting untuk memastikan bahwa produk yang diekspor memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang dipersyaratkan oleh negara tujuan.

Kepala Karantina Jambi, Sudiwan Situmorang, menegaskan bahwa setiap komoditas hasil perkebunan yang akan diekspor wajib melalui proses pemeriksaan karantina guna menjaga kualitas produk serta memastikan komoditas tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan.

“Karantina Jambi selalu mendukung produk-produk unggulan daerah untuk dapat menembus pasar ekspor. Namun tentu harus melalui prosedur yang benar. Dalam proses ini kami melakukan pemeriksaan produk sebelum menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan sebagai salah satu dokumen penting dalam proses ekspor,” jelas Sudiwan.

Dukungan terhadap pengembangan ekspor gaharu Jambi juga datang dari Rumah BUMN PLN Jambi yang selama ini aktif mendampingi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas akses pasar.

CEO Rumah BUMN PLN Jambi, Ir. Deko Sanjaya, M.T., IPM, berharap pengembangan komoditas gaharu tidak hanya berhenti pada ekspor bahan mentah, tetapi juga mampu mendorong hilirisasi produk sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.

“Ke depan kami berharap semakin banyak inovasi produk turunan gaharu yang dikembangkan. Dengan adanya hilirisasi, tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru serta melahirkan produk khas Jambi yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Deko.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Adhi Herlambang, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan ekosistem UMKM dan kewirausahaan.

“PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga hadir sebagai mitra pembangunan ekonomi masyarakat. Melalui Rumah BUMN PLN, kami mendorong UMKM dan kelompok usaha lokal agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, hingga menembus pasar ekspor. Keberhasilan ekspor gaharu ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi berbagai pihak dapat mengangkat potensi daerah ke panggung global,” ungkap Adhi.

Kolaborasi antara Blantica Academy, Balai Karantina Jambi, dan Rumah BUMN PLN Jambi ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara lembaga pendamping, pemerintah, dan ekosistem kewirausahaan dalam mendorong produk-produk lokal menembus pasar internasional.

Melalui pendampingan berkelanjutan serta penguatan hilirisasi produk, gaharu Jambi berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan yang tidak hanya meningkatkan nilai ekspor daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani dan masyarakat di tingkat lokal.

Managing Director Blantica Academy, Cemara Gita, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperluas akses pasar global bagi produk-produk unggulan lokal sekaligus memperkuat kapasitas para pelaku usaha agar mampu menjadi eksportir yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

“Kami percaya produk lokal Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menembus pasar global. Dengan pendampingan yang tepat, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kapasitas pelaku usaha, produk-produk dari desa dapat menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia,” tutup Cemara.

(Adi/bs)