Konsultasi Optimalisasi Aset Daerah, Wakil Ketua DPRD Sumsel Gelar Kunker ke Jakarta

9

Palembang, bisnissumsel.com

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, H. M. Ilyas Panji Alam,
melakukan kunjungan kerja ke Monumen Nasional di Jakarta serta ke Graha Sumsel pada 47 Maret 2026. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan konsultasi terkait pengelolaan pariwisata budaya sekaligus evaluasi kinerja aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di ibu kota.

Dalam agenda yang berlangsung pada 5 Maret 2026, Ilyas Panji Alam meninjau langsung
pengelolaan kawasan Monas sebagai salah satu ikon nasional yang memiliki fungsi strategis
sebagai ruang publik, pusat edukasi sejarah, sekaligus destinasi wisata. Kunjungan ini
menjadi bagian dari studi banding guna memahami sistem pengelolaan aset berskala besar
yang terintegrasi.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut antara lain pemanfaatan ruang publik, sistem pemeliharaan kawasan, serta penerapan digitalisasi layanan bagi pengunjung. Pengelolaan Monas dinilai mampu mengoptimalkan fungsi ruang terbuka hijau sekaligus menghasilkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui pengelolaan kawasan wisata secara profesional.
Selain itu, dilakukan pula perbandingan dengan pengelolaan Monumen Perjuangan Rakyat di Palembang. Hasil pengamatan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan aset sejarah agar tidak hanya berfokus pada pelestarian fisik, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi dan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Selanjutnya pada 6 Maret 2026, rombongan DPRD Sumsel melanjutkan agenda ke Graha
Sumsel di Jakarta. Kunjungan ini difokuskan pada evaluasi tata kelola operasional serta
upaya optimalisasi fungsi gedung sebagai aset daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Ilyas menekankan pentingnya peningkatan standar pelayanan,
pemeliharaan fasilitas gedung, serta penerapan sistem manajemen berbasis digital guna
meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan. Menurutnya, Graha Sumsel harus
mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman agar tetap kompetitif dengan fasilitas swasta di sekitarnya.

Selain itu, pengelola juga didorong untuk meningkatkan tingkat keterisian atau okupansi
dengan membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga maupun korporasi. Langkah ini
dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap anggaran pemerintah daerah.

“Graha Sumsel harus bertransformasi dari sekadar mess pemerintah daerah menjadi aset yang produktif dan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah,” ujar Ilyas dalam arahannya.

Melalui kunjungan kerja tersebut, DPRD Sumatera Selatan berharap berbagai hasil kajian dan evaluasi dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pengelolaan aset daerah yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.
Kunjungan kerja ini juga diharapkan mampu mendorong optimalisasi pemanfaatan aset milik daerah, baik di Sumatera Selatan maupun di luar daerah, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan citra daerah di tingkat nasional.(ferdi/bs)