Jakarta, bisnissumsel.com –
Kementerian Kesehatan RI mengungkap tren mengkhawatirkan terkait meningkatnya kasus diabetes di usia muda yang berkontribusi terhadap lonjakan gagal ginjal di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga membebani sistem pembiayaan kesehatan nasional.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan bahwa temuan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan diabetes makin banyak menyerang kelompok usia produktif.
“Usia 35 tahun sudah banyak ditemukan diabetes, bahkan pada usia 28 hingga 29 tahun sudah ada yang mengalami kondisi pra-diabetes hingga diabetes,” ujarnya.
Meski hubungan langsung antara usia awal diabetes dan gagal ginjal masih terus ditelusuri, data menunjukkan tren peningkatan yang sejalan. Kasus diabetes meningkat sekitar 40 persen, diikuti kenaikan serupa pada kasus gagal ginjal.
Kondisi ini berdampak besar pada pembiayaan kesehatan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan periode 2019 hingga 2025, penyakit ginjal menjadi penyumbang biaya katastropik tertinggi dengan lonjakan hingga 478 persen. Angka ini jauh melampaui penyakit lain seperti stroke dan jantung yang hanya meningkat sekitar 38 hingga 40 persen.
“Peningkatan ini diduga kuat berkaitan dengan diabetes, karena kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus memberikan beban berat pada ginjal,” jelas Nadia.
Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, Prof Dr dr Em Yunir, SpPD-KEMD, menambahkan rendahnya kepatuhan pasien dalam mengontrol diabetes menjadi faktor utama percepatan komplikasi. Ia menyebutkan kurang dari 10 persen pasien yang rutin mengelola penyakitnya dengan baik.
“Sekitar 90 persen pasien diabetes tidak minum obat secara teratur. Akibatnya, gula darah tidak terkontrol dan kerusakan pembuluh darah, termasuk di ginjal, terjadi lebih cepat,” kata Prof Yunir.
Menurutnya, semakin dini seseorang terkena diabetes dan tidak mengetahui kondisinya, semakin lama tubuh terpapar kadar gula tinggi, sehingga risiko komplikasi seperti gagal ginjal meningkat lebih cepat. Jika sebelumnya pasien hemodialisis didominasi usia 60 hingga 70 tahun, kini banyak ditemukan pada usia 30 hingga 40 tahun, bahkan di bawah 30 tahun.
Selain itu, faktor genetik juga memperparah situasi. Riwayat diabetes dalam keluarga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini di usia lebih muda. Jika kedua orang tua memiliki gen diabetes, maka kemungkinan anak mengalami kondisi serupa menjadi lebih tinggi dan dapat terjadi lebih awal.
(naf/naf/detik)
















