Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Hadirkan Pertanian Hortikultura Berbasis Vertikal Garden Sebagai Upaya Adaptasi Bencana Banjir di Banyuasin

1

Banyuasin, bisnissumsel.com –

Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju terus mendorong komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat di Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Mina Padi, Pengembangan Pertanian Hortikultura Berbasis Vertikal Garden sebagai upaya adaptasi bencana banjir yang melibatkan 10 orang anggota UMKM Andong Jaya sebagai penerima manfaat sekaligus pelaku utama dalam implementasi kegiatan.

Desa Sungai Rebo merupakan wilayah yang rentan terdampak banjir akibat pasang surut Sungai Musi. Kondisi ini berdampak pada penurunan hasil pertanian serta mempengaruhi kestabilan pendapatan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Kilang Plaju memperkenalkan metode Vertical Garden pada sistem pertanian hortikultura untuk komoditas seperti pakcoy, selada, cabai, dan jahe.

Metode ini memungkinkan proses penanaman dilakukan secara vertikal menggunakan instalasi bertingkat, sehingga tanaman lebih aman dari genangan air saat pasang. Selain itu, sistem ini juga mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat bertani secara produktif meskipun dihadapkan pada tantangan banjir akibat pasang surut sungai. Pendekatan vertical garden menjadi salah satu solusi adaptif yang tidak hanya menjaga keberlanjutan hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan. Kami berharap, inovasi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dengan kondisi serupa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut menghadirkan pemateri inspiratif, yakni Bu Jamiah, salah satu local hero binaan Kilang Plaju sejak tahun 2021. Jamiah dikenal konsisten menerapkan penghijauan di pekarangan rumahnya serta aktif mengembangkan praktik pertanian ramah lingkungan di tingkat komunitas. Berkat dedikasinya, ia telah menorehkan berbagai prestasi dan menjadi sosok inspiratif dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Melalui sesi pelatihan dan pendampingan, para peserta mendapatkan pengetahuan komprehensif mulai dari perencanaan, pembuatan instalasi vertical garden, teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga peluang pengembangan hasil panen sebagai produk bernilai ekonomi.

“Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang sangat bermanfaat bagi kami. Kini kami tetap bisa bertani meskipun kondisi lahan sering tergenang. Harapannya, ilmu ini dapat terus dikembangkan untuk menambah pendapatan kelompok,” ujar Baidah, Ketua Kelompok UMKM Andong Jaya.

CSR Kilang Plaju berharap metode pertanian berbasis vertical garden dapat menjadi model berkelanjutan yang mudah direplikasi, khususnya pada wilayah dengan karakteristik lahan pasang surut. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan lokal, meningkatkan kesehjateraan masyarakat, serta mendorong kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim di sekitar secara nyata dan berkelanjutan.

Ke depannya, Kilang Plaju berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang inovatif, inklusif, dan berdampak, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan dan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Inovasi ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat tetap produktif di tengah tantangan banjir, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi.(Fer/bs)