Bawa Nama Indonesia ke Kancah Global, Inovasi Eceng Gondok Binaan Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Raih Penghargaan Emas di Thailand

Palembang, bisnissumsel.com –

Berkat komitmen berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, program pengelolaan lingkungan sirkular berbasis pemanfaatan eceng gondok yang diinisiasi oleh Kilang Plaju berhasil membawa pulang Penghargaan Emas (Gold Award) dalam ajang internasional The 18th Annual Global CSR & ESG Summit And Awards 2026™ yang diselenggarakan di Thailand pada April 2026 lalu. Penghargaan bergengsi ini diraih untuk kategori Best Environmental Excellence Award bagi korporasi dengan fokus pada inisiatif CSR & ESG.

Ajang penghargaan ESG tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh The Pinnacle Group International bersama dengan Sustainable Technology Centre yang berbasis di Singapura ini mempertemukan berbagai inovasi program ESG terbaik dari seluruh dunia. Penghargaan Gold ini menjadi pengakuan internasional atas keberhasilan program penanggulangan overpopulasi eceng gondok di kawasan perairan sekitar wilayah operasional Kilang Plaju, khususnya di Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Kota Palembang melalui kolaborasi erat dengan kelompok masyarakat Ankubas.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Pertamina Patra Niaga, Siti Fauzia menyampaikan signifikansi, perusahaan menggandeng masyarakat dalam rangka menumbuhkan kesadaran akan lingkungan, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan ekosistem pemukiman masyarakat sekitar.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pengendalian ekosistem perairan dari invasi eceng gondok, melainkan menciptakan sistem ekonomi sirkular yang inklusif. Melalui penguatan kapasitas kelompok Ankubas, inovasi ini menekan emisi metana dari pembusukan eceng gondok sekaligus menghidupkan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” ujar Fauzia.

*Dari Masalah Menjadi Potensi Ekonomi*

Sebelum program dijalankan, eceng gondok di kawasan perairan ini sekitar wilayah operasional hanya dibersihkan lalu dibuang, sehingga menambah beban limbah organik padat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, biomassa eceng gondok kini diolah menjadi berbagai produk inovatif yang memiliki peluang pasar menjanjikan, seperti pengharum ruangan (air freshener block), bio pot, hingga oil absorbent.

Keberhasilan ini didorong oleh tingginya motivasi kelompok masyarakat penyehat lingkungan Ankubas yang didukung penuh oleh Kilang Plaju melalui pendampingan intensif, penguatan kelembagaan, penyediaan fasilitas infrastruktur, hingga akses perluasan pemasaran produk.

Guna mempertahankan serta meningkatkan skala dampak positif dari program ini, Kilang Plaju bersama kelompok Ankubas telah menyusun peta jalan kegiatan komprehensif pada tahun 2026 yang mencakup beberapa sub-program utama, salah satunyar melaksanakan riset uji keamanan, pendaftaran izin edar, dan fasilitasi verifikasi lapangan bersama dinas terkait guna diterbitkannya sertifikasi resmi Kemenkes RI demi menjamin keamanan konsumen dan menembus pasar ritel modern.

Melalui integrasi antara pengelolaan lingkungan, inovasi produk, pemenuhan standar regulasi kesehatan, serta aspek keselamatan, program eceng gondok Kilang Plaju ini diharapkan terus menjadi proyek percontohan (benchmark) implementasi ESG dan CSR yang nyata, terukur, dan berdampak jangka panjang bagi kelestarian ekosistem sekaligus kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat.

(Ferdi/bs)