PALEMBANG, bisnissumsel.com —
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H.Herman Deru mengajak sekitar 800 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumsel untuk membangun usaha secara bersama dan tidak berjalan sendiri.
Ajakan tersebut disampaikan Herman Deru saat meresmikan aplikasi Sumsel UMKM sekaligus membuka Jambore UMKM Forketas (Forum Kebersamaan Komunitas Wirausaha Sumatera Selatan) di Pine Wood CGC, Kamis (21/5/2026).
Menurut Herman Deru, aplikasi Sumsel UMKM diharapkan menjadi “rumah digital” yang mampu menghubungkan pelaku UMKM dengan akses permodalan, pasar, serta literasi usaha.
Dalam kegiatan itu, Herman Deru hadir didampingi Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru dan Ketua ICSB Sumsel Samantha Tivani. Hadir pula pimpinan perbankan serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumsel yang diharapkan dapat menjadi penghubung bagi para pelaku usaha.
“Yang kita butuhkan sekarang adalah manusia-manusia hebat yang mau menggagas dan mengumpulkan teman-teman pelaku UMKM. Organisasi seperti Forketas, ICSB, dan lainnya tetap kita butuhkan sebagai perajut,” ujar Herman Deru.
Ia menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam mendorong UMKM Sumsel naik kelas. Pertama, meningkatkan tampilan dan inovasi produk. Herman Deru mencontohkan perkembangan kemasan minuman dari cendol cebong hingga boba sebagai bentuk inovasi yang harus terus dilakukan pelaku UMKM.
“Penampilan itu penting agar produk lokal bisa bersaing,” katanya.
Fokus kedua adalah memperluas akses permodalan dan meningkatkan literasi perbankan. Menurut Herman Deru, selama ini UMKM identik dengan usaha berbasis produk fisik, padahal sektor jasa juga memiliki peluang besar untuk berkembang.
Karena itu, akses permodalan harus dibuka lebih luas dan diiringi dengan peningkatan pemahaman pelaku usaha terkait pengelolaan serta pengembangan modal usaha.
“Yang ketiga adalah memperluas akses pasar. Komunitas UMKM harus memiliki ruang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas. Lewat aplikasi Sumsel UMKM dan kegiatan seperti jambore, produk lokal bisa lebih mudah ditemukan konsumen,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyuasin Askolani menilai kegiatan tersebut sangat inovatif.
“Selama ini jambore identik dengan Pramuka. Ternyata ini jambore untuk mendukung para Sultan Muda Sumsel,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia juga berjanji, jika Sumsel mampu melahirkan “Sultan Muda”, maka Banyuasin akan menciptakan “Toke Muda”.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini karena sudah memberikan ruang luas bagi kemajuan UMKM,” tambahnya.
Ketua Forketas Sri Rahayu melaporkan, jambore kali ini diikuti 108 tenant UMKM dari berbagai daerah di Sumsel yang menampilkan beragam produk, mulai dari makanan, kerajinan, hingga jasa kreatif.
Melalui peluncuran aplikasi baru dan semangat kolaborasi tersebut, Herman Deru optimistis UMKM Sumsel tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi tulang punggung perekonomian daerah.(Adi/bs)















