Plaju, bisnissumsel.com –
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju (Kilang Plaju) terus berkomitmen memperkuat kelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui Program Kampung Iklim (Proklim) dan Waste Management.
Melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama para stakeholder pemerintah dan pegiat lingkungan pada Rabu (8/7/2026) di Aula Kantor Kecamatan Plaju, perusahaan merumuskan arah strategis baru Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2026 yang akan dilakukan penambahan fokus pada penguatan manajemen pengelolaan sampah (waste management). Langkah baru ini direncanakan berjalan melalui kolaborasi sinergis bersama Bank Sampah Sinar Fajar.
FGD ini menjadi ruang diskusi interaktif untuk menjaring aspirasi, ide, serta masukan dari seluruh pihak demi memajukan kualitas program di lapangan. Melalui penguatan aspek waste management, para pegiat Proklim diharapkan dapat tampil proaktif memimpin wilayahnya masing-masing agar mampu meraih predikat utama hingga lestari.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia mengatakan, Pertamina terus mendukung upaya masyarakat dalam aksi mitigasi iklim, salah satunya melalui dukungan terhadap Proklim. Ia pun berharap, dukungan kontinyu dari Pertamina dapat membawa masyarakat semakin mandiri dalam pengelolaan program, mengingat saat ini tengah bersiap memasuki tahapan Exit Program.
Pelaksanaan FGD dan penyelarasan program ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kecamatan Plaju. Menanggapi agenda tersebut, perwakilan dari Camat Plaju, Bambang Adrianto, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas konsistensi Kilang Plaju dalam mendampingi warga.
Camat Plaju Andrianto S.STP melalui Sekretaris Kecamatan Budi Ritonga S.STP., MSi menilai momen ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk duduk bersama dan memperkuat koordinasi langsung lintas sektor. Sinergi ini diharapkan dapat menyokong keberhasilan program-program lingkungan yang dicanangkan oleh Walikota Palembang di tingkat akar rumput.
Dukungan senada juga diungkapkan oleh Ketua Tim Pemeliharaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Endah Sri Praptiani, S.T., yang hadir dalam diskusi tersebut. Ia mengapresiasi keaktifan wilayah Kecamatan Plaju yang dinilai paling menonjol dibandingkan wilayah lainnya, di mana saat ini sudah berhasil mengantongi satu predikat Proklim Lestari.
Lebih lanjut, Endah menegaskan bahwa kekuatan utama dari keberhasilan Proklim di Plaju terletak pada sifat kegiatannya yang berakar dari inisiatif masyarakat sendiri (bottom-up). Ketika kesadaran itu lahir dari masyarakat, didukung oleh pendampingan taktis dari Kilang Plaju serta koordinasi yang kuat dengan pemerintah kecamatan, maka kemandirian lingkungan yang berkelanjutan akan jauh lebih mudah diwujudkan.
Melalui penguatan pilar waste management dan penjaringan aspirasi dalam FGD ini, Kilang Plaju optimis dapat terus melahirkan kampung-kampung iklim yang tangguh, mandiri secara ekonomi, serta berkontribusi nyata dalam menekan dampak perubahan iklim global global dari wilayah pinggiran kota.(Ferdi/bs)















